|
||||
| Kekerasan marak, SBY cuma bisa mengeluh |
| Warta |
|
WASPADA ONLINE Kepala Negara mengajak semua bangsa agar dapat mencipatakan dunia yang damai dan menyelesaikan konflik dengan pendekatan dialog dan menjauhi kekerasan. Presiden Yudhoyono mengatakan salah satu hal yang dapat meredam kekerasan dan perpecahan adalah kesenian. Melalui kesenian maka dapat dipupuk perasaan yang halus dan keinginan untuk menjauhi kekerasan. Aksi kekerasan di berbagai daerah marak terjadi belakangan ini diberbagai kawasan di daerah. Terakhir adalah maraknya aksi penembakan di provinsi-provinsi paling timur Indonesia khususnya Papua. Sepekan lalu, ada sekitar 5 aksi penembakan yang menewaskan 4 orang di antaranya anggoita TNI, warga sipil dan anggota Polri. Terakhir malam ini aksi penembakan kembali terulang di Papua. Tri Sasono, satpam supermarket Saga Abe yang juga bekerja sampingan sebagai tukang ojek, Minggu malam sekitar pukul 21.30 WIT ditembak orang tak dikenal di kawasan kampus Universitas Cenderawasih lama di Abepura, Kodya Jayapura. Korban ditembak mati orang tidak dikenal (OTK) saat melintas di kawasan kampus Universitas Cenderawasih. "Pak Tri memang bertugas pagi sehingga biasanya kalau malam suka mencari tambahan sebagai tukang ojek," kata salah seorang karyawan supermarket SAGA Abe yang tidak ingin disebutkan namanya. Menurut dia informasi tersebut diperoleh dari pihak manajemen dan sudah dipastikan kalau korban adalah Tri Sasono yang bekerja sebagai satpam di supermarket Saga Abe. Sementara itu, Waka Polda Papua Brigjen Pol Paulus Waterpauw membenarkan adanya korban meninggal akibat ditembak OTK. Penyidik saat ini sudah berada di TKP, kata Brigjen Pol Waterpauw. (dat03/antara) |




DENPASAR - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan keprihatinannya atas aksi kekerasan dan juga sejumlah konflik yang timbul di berbagai belahan dunia dan menyerukan mengedepankan dialog untuk penyelesaian semua masalah terjadi.
Comments