Sunday, 10 June 2012 22:58    PDF Print E-mail
Kekerasan marak, SBY cuma bisa mengeluh
Warta

WASPADA ONLINE

DENPASAR - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan keprihatinannya atas aksi kekerasan dan juga sejumlah konflik yang timbul di berbagai belahan dunia dan menyerukan mengedepankan dialog untuk penyelesaian semua masalah terjadi.

"Kita prihatin saat ini tragedi kekerasan masih terjadi. Indonesia  serukan untuk kembali ke cara damai dalam selesaikan konflik apapun. Merajut perdamaian hakiki bukan hanya kesempatan tapi juga pilihan untuk merajut kebersamaan," kata SBY di Bali, malam ini saat membuka Pesta Kesenian Bali di Teater Terbuka Ardha Candra.

join_facebookjoin_twitter 

Kepala Negara mengajak semua bangsa agar dapat mencipatakan dunia yang damai dan menyelesaikan konflik dengan pendekatan dialog dan menjauhi kekerasan.

Presiden Yudhoyono mengatakan salah satu hal yang dapat meredam kekerasan dan perpecahan adalah kesenian. Melalui kesenian maka dapat dipupuk perasaan yang halus dan keinginan untuk menjauhi kekerasan.

Aksi kekerasan di berbagai daerah marak terjadi belakangan ini diberbagai kawasan di daerah. Terakhir adalah maraknya aksi penembakan di provinsi-provinsi paling timur Indonesia khususnya Papua. Sepekan lalu, ada sekitar 5 aksi penembakan yang menewaskan 4 orang di antaranya anggoita TNI, warga sipil dan anggota Polri.
 
Terakhir malam ini aksi penembakan kembali terulang di Papua. Tri Sasono, satpam supermarket Saga Abe yang juga bekerja sampingan sebagai tukang ojek, Minggu malam sekitar pukul 21.30 WIT ditembak orang tak dikenal  di kawasan kampus Universitas Cenderawasih lama di Abepura, Kodya Jayapura.

Korban ditembak mati orang tidak dikenal (OTK) saat  melintas di kawasan kampus Universitas Cenderawasih. "Pak Tri memang bertugas pagi sehingga biasanya kalau malam suka mencari tambahan sebagai tukang ojek," kata salah seorang karyawan supermarket SAGA Abe yang tidak ingin disebutkan namanya.

Menurut dia  informasi tersebut diperoleh dari pihak manajemen dan sudah dipastikan kalau korban adalah Tri Sasono yang bekerja sebagai satpam di supermarket  Saga Abe.

Sementara itu, Waka Polda Papua Brigjen Pol Paulus Waterpauw membenarkan adanya korban meninggal akibat ditembak OTK. Penyidik saat ini sudah berada di TKP, kata Brigjen Pol Waterpauw.
(dat03/antara)


KARTUN HARI INI  

Comments

B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Name *
URL
Code   
ChronoComments by chronoengine.com
Submit Comment