|
WASPADA ONLINE MEDAN - Pelaksana Tugas Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho mengatakan, pendidikan karakter perlu terus dikembangkan, termasuk bagi penyelenggara pemerintahan untuk mencegah terjadinya tindak pidana korupsi.
"Cara yang paling mendasar, pendidikan karakter perlu ditanamkan sejak dini," katanya di Medan, hari ini ketika menanggapi adanya 173 kepala daerah yang terlibat korupsi.
Menurut Gatot, dalam alam bawah sadar seluruh bangsa Indonesia, keberadaan pemimpin yang jujur dan amanah tersebut sangat diharapkan. Salah satu cara yang sangat efektif untuk melahirkan pemimpin yang jujur adalah dengan memberikan pendidikan karakter sejak dini kepada generasi muda.
"Ketika telah menjadi pemimpin bangsa, mereka punya karakter jujur," katanya. Ia mengatakan, untuk lingkungan Pemprov Sumut, selain terus menyosialisasikan pendidikan karakter, pencegahan terhadap praktik korupsi itu dilakukan dengan pemberian Tunjangan Penambahan Penghasilan (TPP).
Setiap tahunnya, Pemprov Sumut selalu mengupayakan agar jumlah TPP yang diterima PNS tersebut mengalami kenaikan. "Semua itu dalam kerangka (pencegahan korupsi) tersebut," katanya.
Kemudian, kata dia, secara rutin dan berkala, pihaknya selalu memberikan pemahaman tentang keberadaan dan makna moral dan keimanan dalam penyelenggaraan pemerintahan. "Tanpa keimanan dan moral, punya satu gunung emas pun masih kurang," katanya.
Sebelumnya, Direktur Pengawas Keuangan Daerah Badan Pengawasan Keuangan Dan Pembangunan (BPKP) Kasminto mengatakan, sebanyak 173 kepala daerah mulai gubernur, bupati, dan wali kota terlibat kasus korupsi. Para kepala daerah itu melakukan penyimpangan 3.423 kasus yang sebagian besar merupakan pengadaan barang dan jasa. (dat03/antara)
|
Comments