|
Warta
|
|
WASPADA ONLINE JAKRTA - Mantan Ketua Komisi Hukum DPR RI Benny Kabur Harman mengaku tidak heran jika hasil survei yang dilakukan oleh Soegeng Sarjadi Syndicate (SSS) menilai institusi tempatnya bernaung adalah lembaga paling korup.
Menurutnya hal itu wajar ditengah banyak pemberitaan terkait korupsi anggota dewan dan kewenangan DPR yang cukup besar. "Saya tidak heran. Survei itu mencerminkan persepsi masyarakat karena ada banyak berita tentang beberapa kasus," kata Benny, hari ini.
Namun penulis buku berjudul Negeri Mafia, Republik Koruptor, Menggugat Peran DPR Reformasi itu juga menolak jika hanya DPR yang disebut yang paling korup, karena menurutnya tidak ada lembaga yang tidak korup. Benny mengakui kalau dengan kewenangan yang dimiliki DPR akhirnya memang menjadi rawan dilakukan penyalahgunaan kekuasaan atas fungsi pengawasan yang diembannya.
"Survei itu menegaskan abuse (penyalahgunaan) kekuasaan (DPR) lebih tinggi dibandingkan dengan lembaga lain," imbuhnya.
Pria yang kini menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi VI itu menambahkan survei inilah yang kemudian harus dijadikan masukan bagi anggota dewan termasuk pimpinan dewan untuk melakukan pembenahan kinerja agar institusi DPR dapat menjadi lebih baik. (dat03/media)
|
Comments