Sunday, 10 June 2012 15:01    PDF Print E-mail
Pemerintah diminta perhatikan lansia
Warta
WASPADA ONLINE

MEDAN - Sosiolog Universitas Sumatera Utara Profesor Doktor Badaruddin mengatakan pemerintah pusat dan pemda harus tetap memperhatikan kehidupan warga lanjut usia (lansia) yang berada di rumah-rumah penampungan.

"Selama ini, mereka menjadikan rumah-rumah penampungan tempat berkumpul, berbagi rasa, atau menghabiskan waktu dengan sesama lansia," katanya di Medan, hari ini.

Kehidupan para lansia yang tinggal di panti sosial itu, menurut dia, banyak memberikan kemajuan daripada mereka (lansia) berdiam diri di rumahnya. Karena, menurut dia, warga lansia yang berada di penampungan itu, ternyata lebih mempunyai kreasi dan pemikiran-pemikiran yang positif serta kelihatan lebih mandiri.

Apalagi, kata Guru besar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) di Universitas Sumatera Utara (USU) itu, para lansia yang tinggal di tempat-tempat penampungan yang dibangun pemerintah itu membuat mereka lebih percaya diri. Bahkan ada lansia yang sudah berumur di atas 70 tahun, namun masih tegar dan sehat fisiknya.

Usia yang mencapai 70 tahun ke atas itu merupakan harapan hidup bagi masyarakat Kota Medan. Hal ini juga mencapai target nasional, katanya. "Jarang ada sekarang ini usia warga yang seperti itu. Ini juga suatu kemajuan bagi kehidupan warga Medan berpenduduk lebih kurang 2,7 juta jiwa tersebut," ucap dia.

Ia mengatakan bahwa bantuan yang mereka perlukan itu sebenarnya tidak terlalu memberatkan pemerintah. Warga lansia itu hanya butuh santunan dan jangan membiarkan mereka terlantar, di samping perlu mendapat kunjungan dan silaturahmi dari pejabat pemerintah.

Para lansia itu, kata dia, juga perlu berkomunikasi dengan pejabat pemerintah, dan untuk mengetahui kondisi, perkembangan, dan kemajuan selama berada di tempat penampungan tersebut. "Warga lansia itu juga ada yang mantan guru, mantan pegawai negeri sipil (PNS) di pemerintahan, BUMN, dan BUMD, serta juga ada dari kalangan pengusaha," ujar Badaruddin.

Ia juga mengatakan bahwa para lansia itu juga masih banyak yang produktif. "Mereka dapat dimanfaatkan, serta diberdayakan oleh pemerintah. Kan rugi rasanya tidak memanfaatkan warga yang masih memiliki keterampilan dan 'skill'," katanya.

Oleh karena itu, kata dia, di sinilah peranan pemerintah yang harus memperhatikan serta memanfaatkan potensi yang masih dimiliki para lansia tersebut. "Pemerintah juga diharapkan dapat mengajak masyarakat untuk terus memotivasi dan memberdayakan para lansia sehingga tetap produktif. Ini harus dapat dilaksanakan," kata Badaruddin.
(dat06/antara)

Comments

B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Name *
URL
Code   
ChronoComments by chronoengine.com
Submit Comment