|
SASTROY BANGUN WASPADA ONLINE MEDAN - Memasuki hari ini menjadi hari ke empat, kondisi para petani dari Kabupaten Padang Lawas yang masih bertahan melakukan mogok makan di depan gedung DPRD Sumatera Utara, Medan kian melemah. Bahkan seorang diantaranya kritis, hingga terpaksa kembali dilarikan ke rumah sakit. Dengan mulut yang masih terlakban, kondisi para peserta mogok makan yang hanya tinggal 10 orang ini, terlihat semakin memburuk.Namun demi memperjuangkan hak mereka untuk kembali mendapatkan tanah milik mereka seluas 1500 hektar di 4 desa di Kabupaten Padang Lawas, yang diserobot dua perusahaan perkebunan swasta, PT Sumatera Riang Lestari dan PT Sumatera Silva Lestari, para petani laki-laki dan perempuan ini tetap memilih bertahan melakukan mogok makan, di bawah tenda darurat yang mereka bangun. Salah seorang wanita yang melakukan mogok makan, M Simanjuntak, terpaksa kembali dilarikan ke rumah sakit karena kondisinya semakin lemah dan kritis. Bahkan wanita berusia 60 tahun ini sudah tak sadarkan diri. Menurut Koordinator aksi petani, Sugianto, hari ini mengatakan, pihaknya sudah berusaha untuk menghentikan aksi nekad para petani ini, namun para peserta tidak bergeming sedikitpun dan mereka tetap nekad melakukan aksi tersebut, sampai hak mereka dikembalikan. Padahal sebelumnya, Lindani Nainggolan, peserta mogok makan, juga terpaksa dirawat di rumah sakit karena kondisinya memprihatinkan. Dijelaskannya juga, selain kehilangan lahan pertanian miliknya, M Simanjuntak juga harus kehilangan tempat tinggal setelah dibakar petugas pam swakarsa kedua perusahaan perkebunan swasta tersebut yang melakukan penyerobotan. Selain itu, areal pertanian miliknya juga dirusak. Ironisnya, meski telah menjadi korban, pihak kepolisian Polres Tapanuli Selatan sama sekali tidak menggubris laporan para petani. Rencananya, para petani akan terus melakukan aksi mogok makan ini sampai perjuangan mereka berhasil. Editor: ANGGRAINI LUBIS (dat17/wol)
|
Comments