|
SASTROY BANGUN WASPADA ONLINE
MEDAN - Mafia penerimaan siswa baru harus mendapat perhatian dari pemerintah provinsi maupun kota dan kabupaten. Status sekolah favorit membuka peluang munculnya mafia ini. Menyadari hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Kota Medan, Rajab Lubis dalam keterangannya kepada Waspada Online, bertekad untuk menghapus mafia sekolah. Berikut petikan wawancaranya;
Bagaimana pendapat bapak soal adanya mafia sekolah di saat penerimaan siswa baru? Saya masih baru di Dinas Pendidikan Medan. Jangan samakan saya dengan kepemimpinan Kadisdik sebelumnya. Saya sudah membuat tim untuk meminimalisir adanya mafia sekolah saat penerimaan siswa baru untuk masuk negeri. Pokoknya di masa saya saat ini, jangan ada berani yang macam-macam, akan saya tindak pelakunya dan berurusan dengan hukum. Bila perlu saya pecat. Mohon informasi warga bila ada mafia sekolah itu. Cara Disdik Medan mengantisipasi adanya mafia sekolah? Khususnya untuk SMP Negeri 1 Medan dan SMA Negeri 1 Medan, sudah dibuat berstandar internasional. Sama dengan Jakarta. Untuk masuk ke sekolah nomor satu di Medan itu, ada buku petunjuk penerimaan siswa baru. Dan harus mengikuti beberapa tahapan tes tertulis dan juga tes psikotes. Kalau tidak salah, Nem paling rendah 7,5. Dan semuanya harus dipenuhi syaratnya, jadi tidak bisa ada siswa titipan lagi di sekolah favorit.
Apa sanksi bagi oknum PNS atau guru yang menjadi mafia sekolah? Bila ada yang berani mencoba-coba untuk melakukan sogok menyogok atau pun menjadi mafia sekolah, kalau dia terbukti secara hukum, kita akan berikan tindakan siapa pun dia. Kalau dia PNS maka dihukum sesuai dengan kepegawaian. Bila dia guru honorer maka kita pecat.
Cara untuk tes di sekolah negeri, apa syaratnya? Semua siswa yang mengikuti tes di sekolah negeri, harus ikut jalur yang sudah ditetapkan dalam mekanismenya. Harus jelas nomor tes yang diikutinya. Ikut uji kompetensi akademik dan harus lulus dalam empat mata pelajaran yang sudah ditetapkan.
Bagaimana pendapat bapak dengan kelas over kapasitas, karena ada siswa siluman? Bila ada sekolah yang kelasnya over kapasitas, maka kepala sekolahnya akan berurusan dengan saya. Jadi tidak mungkin nanti ada siswa siluman.
Untuk SMA Negeri 2 hingga SMA Negeri 21 Medan aku pegang semua kepala sekolahnya. Minggu depan, saya akan keluarkan peraturannya. Supaya tidak ada yang bisa main-main dengan itu. Saya pecat kepala sekolahnya bila terbukti melanggar aturan yang sudah saya tetapkan. Begitu juga pegawai Disdik, bila terbukti menjadi mafia sekolah jangan main-main, akan berurusan dengan hukum.
Editor: ANGGRAINI LUBIS (dat03/wol)
|
Comments