|
INDRA WIDYASTUTI WASPADA ONLINE
MEDAN - Partai Golkar sejatinya memiliki banyak kader yang memiliki elektabilitas yang baik untuk diusung pada Pemilihan Kepala Daerah Sumatera Utara (Pilkada Sumut) 2013 mendatang. Namun, Golkar harus pintar memilih kader agar dapat memenangkan pesta rakyat Sumut lima tahunan tersebut.
Analis sosial politik dari Universitas Sumatera Utara (USU) Agus Suryadi mengatakan, sebagai partai besar yang lama berkecimpung di dunia politik, Golkar memiliki banyak kader militan yang bisa diusung sebagai kepala daerah atau wakil rakyat. "Golkar ini kan partai lama, saya pikir banyak yang bisa diusung dalam Pilgubsu nanti. Kalau ditanya siapa kader terbaik, nanti menunjuk orang, tidak objektif, saya tidak mau sebut nama," kata Agus kepada Waspada Online, hari ini.
Agus mengatakan, banyaknya kader berkualitas di Golkar dapat dilihat dengan menyebarnya para kader tersebut ke partai-partai lain. "Kalau kita melihat sejarah, di patai-partai lain, tokoh yang muncul itu kan tumbuh besar dengan Golkar. Mungkin karena tidak ada kesepakatan atau lain hal maka akhirnya pindah ke partai lain. Artinya, kader-kader Golkar itu memang sangat matang," jelasnya.
Namun, jelas Agus, matang saja tidak cukup. Karena untuk memenangkan sebuah pemilihan kepala daerah, juga dibutuhkan kader yang popular dan memiliki elektabilitas di masyarakat. "Kader yang diusung itu harus marketable. Kalau kader tak punya market, kecil peluangnya untuk menang. Maka itu, Golkar tentu sudah berhitung siapa kader yang akan diusung nantinya untuk memenangkan Pilgubsu," sebutnya.
Di sisi lain, Agus mengatakan bahwa tidak tertutup kemungkinan Golkar mengusung orang diluar kader. Selama orang itu memiliki markatable dan elektabilitas yang tinggi di masyarakat. "Setiap partai memang tetap memprioritaskan kader. Tapi partai kan juga ingin memiliki peluang untuk menang apakah itu di pilgub atau pilpres. Ya, kalau kader tidak menjual, partai kan tidak mengharamkan mengikat orang dari luar partai," tandasnya.
Hal ini juga dibenarkan oleh Pelaksana tugas Ketua DPD Partai Golkar Sumut, Andi Ahmad Dara. Menurut Aday, nama panggilannya, hingga kini DPD Golkar Sumut belum memiliki nama pasti siapa yang akan dicalonkan. “Kita baru akan melakukan penjaringan. Kami tidak ingin menyesatkan masyarakat Sumut terhadap berita-berita dari oknum Golkar," katanya kepada Waspada Online.
Aday menegaskan sekali lagi, hingga kini, pihaknya sama sekali belum belum melakukan prefensi nama, apalagi hingga mengerucut sampai lima orang. Menurutnya, semua tergantung pada siapa yang mendaftar. Bahkan, jelas dia, kemungkinan dari nama-nama yang mendaftar dan akan dilakukan survey, kelima nama tersebut belum tentu muncul. "Mungkin nanti setelah pendaftaran, ada 20 atau 30 nama yang akan kita survei, mungkin tidak keluar salah satu dari lima nama itu," jelasnya.
Menurut Aday, Golkar memiliki tahapan-tahapan dalam menghadapi Pilkada Sumut 2013 mendatang yang akan disesuaikan dengan tahapan dari KPU.
Saat ditanya apakah Chairuman Harahap, adalah salah satu kader terbaik dari Golkar, Aday tidak mau menjawabnya. “Kita lihat saja nanti, yang pasti daftar dulu. Bisa jadi dari hasil survei malah tidak muncul lima nama yang digembar-gemborkan itu,” katanya.
Seperti diketahui, sejumlah kader partai Golkar berminat maju dalam Pilgub Sumut 2013 mendatang. Seperti Bupati Serdang Bedagai T Erry Nuriadi dan Anggota DPR RI Chairuman Harahap. Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar, Leo Nababan bahkan mengatakan, berdasarkan tingkat elektabilitas yang ada, ada lima nama kandidat yang paling berpeluang diusung Golkar dalam Pilkada Sumut 2013 mendatang. Salah satu dari lima nama yang dimaksud Leo Nababan tersebut adalah kader Golkar, Chairuman Harahap. Editor: ANGGRAINI LUBIS (dat03/wol)
|
Comments