Wednesday, 06 June 2012 23:11    PDF Print E-mail
Holding BUMN jadi perusahaan perkebunan terbesar di dunia
Ekonomi & Bisnis
INDRA WIDYASTUTI
WASPADA ONLINE


MEDAN - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) membentuk satu induk usaha (holding) untuk 14 BUMN Perkebunan sehingga menjadi perusahaan perkebunan terbesar di dunia. Holding tersebut diharapkan dapat memberi manfaat besar bagi Sumatera Utara mengingat Sumut menjadi pusat aktivitas bagi manajemen holding BUMN tersebut.

Hal itu terungkap dalam audiensi Direktur Utama Holding BUMN Perkebunan, Megananda Daryono di Gubernuran, hari ini. Megananda menyebutkan, Holding BUMN Perkebunan membawahi 14 PT Perkebunan Nusantara (PTPN) dan PT Rajawali Nusantara Indonesia dengan total asset Rp 50 Triliun.

Holding tersebut juga berpotensi membukukan laba bersih sebesar Rp5,3 triliun pada akhir tahun 2012, melonjak dari tahun 2011 yang diperkirakan sekitar Rp3,6 triliun.

Megananda mengatakan, dengan asset lahan seluas 1 juta hektar, menjadikan Holding BUMN sebagai perusahaan perkebunan terbesar di dunia. Megananda yang merupakan Dirut PT PN III ini mengungkapkan bahwa sebagian besar operasional Holding akan dijalankan di Medan mengingat tujuh direktur holding berasal dari PTPN III.

“Saat ini, kami sudah bekerja sebagai holding. Sehingga tugas dan kerja kami lebih banyak, dengan tetap harus mengelola kebun, memproduksi dan mengatur keuangan,” katanya.

Dia menjelaskan, masing-masing PTPN akan berproduksi seperti biasa dimana ditekankan kepada setiap perkebunan untuk meningkatkan produksi sebanyak-banyaknya dengan biaya seminimal mungkin. Sedangkan untuk pemasaran dan pembayaran untuk setiap komoditi yang dihasilkan PTPN akan dilakukan secara satu pintu oleh holding, sehingga dapat meningkatkan kekuatan.

Untuk pengembangannya ke depan, holding akan meningkatkan investasi diantaranya meningkatkan produksi dengan perluasan lahan, dan masuk pada industri hilir. "Untuk mengejar swasembada gula, misalnya, kami akan meningkatkan produksi dengan cara membuka lahan baru di Sumatera Selatan, Kalimantan dan kawasan Indonesia Timur.

Selanjutnya, pemasaran akan diupayakan lebih baik , yang selama ini gula hasil produksi dijual per karung, maka akan diuusahakan dengan retail dalam kemasan kecil yang bisa dikerjasamakan dengan perusahaan daerah. Dengan begitu harga jual dapat lebih baik lagi, karena meminimalkan perantara," bebernya.

Sementara itu, pelaksana tugas Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho mengharapkan  pembentukan holding 14 BUMN Perkebunan tersebut memberi manfaat besar bagi warga Sumatera Utara.

“Pembentukan holding dengan peleburan 14 PTPN  se-Indonesia menjadi satu manajemen yang memiliki homebase di Sumut, kiranya dapat memberi manfaat yang bisa dirasakan masyarakat di Sumatera Utara,” kata Gatot.
 
Gatot juga  meminta agar Holding BUMN dapat berperan dan mendukung program pemerintah dalam hal swa sembada pangan di Sumatera Utara. Lebih jauh lagi, Gatot juga mengharapkan agar program-program  CSR yang selama ini dilakukan oleh PTPN dapat lebih terkoordinasi dan terarah.
(dat17/wol)

Comments

B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Name *
URL
Code   
ChronoComments by chronoengine.com
Submit Comment