|
||||
| Jaya Arjuna: Piala Adipura bukan pujian, tapi ujian |
| Ragam |
|
ANGGRAINI LUBIS WASPADA ONLINE MEDAN – Piala Adipura yang diraih oleh Pemko Medan tahun ini menuai protes keras. Benarkah Medan sudah layak menerima predikat kota metropolitan terbersih dan terindah versi Adipura?Menurut analis lingkungan dan tata kota, Jaya Arjuna, Medan di masa kepemimpinan Rahudman Harahap memang tengah berada di fase terendah. “Dulu Medan menjadi kota percontohan bagi pengelolaan pasar terbaik, sekarang pasar di Medan adalah pasar terjorok mungkin se-Indonesia,” katanya kepada Waspada Online. Berikut petikan wawancaranya dengan Jaya Arjuna: Apa saja yang dinilai oleh tim penilai Adipura bagi kota yang dicalonkan menjadi terbaik? Beberapa indikatornya adalah kebersihan pasar, sekolah, jalan, rumah sakit dan fasilitas umum. Selain itu juga akan dinilai keteduhan, keasrian dan pengelolaan sampah kota tersebut. Mengapa begitu lama Medan harus kehilangan Adipura setelah meraihnya pada masa Abdillah lalu? Masa Abdillah, kita sempat meraih predikat kota terbersih. Namun kemudian Medan kehilangan pemimpin. Ibarat anak ayam kehilangan induknya. Hingga di tahun 2011, Medan mendapat predikat kota terjorok. Masa-masa kehilangan pemimpin ini membuat Medan harus berbenah dari awal. Jika memang mendapatkan Adipura (wawancara dilakukan sebelum Medan mendapat Adipura, red) apakah memang Medan pantas menerimanya? Sebagai pemimpin yang menerima tongkat kepemimpinan Medan dalam fase terpuruk, Rahudman Harahap memang harus bekerja amat keras. Tapi jika dikatakan layak atau tidak mendapat Adipura, sebenarnya ini adalah masalah penilaian semata. Kerja keras Rahudman menata kota harus diapresiasi, walau tentu saja memang belum maksimal. Jadi Adipura yang akan didapat Medan, jika memang benar adalah bentuk penghargaan bagi Pemko saja karena sudah bekerja keras? Saya kira memang demikian, karena sebenarnya memang masih banyak pekerjaan rumah bagi Rahudman. Jadi piala Adipura ini bukan kebanggaan tapi ujian, benarkah Medan ditangannya mampu menjadi Medan seperti masa kepemimpinan Abdillah, minimal atau bahkan lebih baik lagi. (dat06/wol) |




MEDAN – Piala Adipura yang diraih oleh Pemko Medan tahun ini menuai protes keras. Benarkah Medan sudah layak menerima predikat kota metropolitan terbersih dan terindah versi Adipura?
Comments