Sunday, 03 June 2012 16:41    PDF Print E-mail
2.000 hektaer sawah terancam gagal tanam
Warta
WASPADA ONLINE

STABAT - Sedikitnya 2.000 hektare areal persawahan di kecamatan Brandan Barat, Pangkalan Susu, dan Pematang Jaya, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, terancam gagal tanam akibat hujan yang tidak kunjung turun.

"Kami khawatirkan petani gagal tanam karena hujan tidak turun-turun di tiga kecamatan tersebut," kata Kordinator Pengamat Hama Tanaman Dinas Pertanian Langkat Miswandi di Stabat, hari ini.

"Petani di sana kini kekurangan air karena hujan tidak juga kunjung turun, akibatnya petani ada yang belum melakukan penanaman padi," katanya.

Tanah di tiga kecamatan tersebut kering, sementara di kawasan lain curah hujannya cukup tinggi. Miswandi juga menjelaskan para petani sudah menyemai benih padi, malah ada yang sudah berumur satu bulan, namun belum juga bisa ditanam karena areal persawahan mereka tidak ada air.

"Kasawan pertanian yang ada tersebut memang lahan tadah hujan, sehingga petani kini masih menunggu sampai kapan hujan akan turun,  baru mereka menanam padi," ungkapnya.

Hal itu juga dikeluhkan seorang petani, Hasanuddin warga Desa Tanjung Pasir, Kecamatan Pangkalan Susu, bahwa areal persawahan petani kini mengering karena hujan tidak juga kunjung turun. "Soalnya areal persawahan di sini bukan beririgasi, sehingga parit-parit yang ada untuk menampung hujan kini mengering," katanya.

Sementara sebagian petani yang sudah menanam kini banyak tanaman padi banyak yang rusak akibat ketiadaan air. Hasanuddin juga menjelaskan seharusnya pada Mei warga sudah selesai menanam padi, namun karena ketiadaan air yang memadai untuk menggenangi areal persawahan petani mereka tidak bisa bertanam padi.

Petani lainnya, Pardi menyampaikan bila hujan tidak juga turun, petani akan "terancam kehidupanya" karena sawah sebagai tumpuan hidup tidak bisa ditanami padi. "Kami benar-benar resah sekarang, sampai kapan kami baru bisa menanam padi," katanya.
(dat06/antara)

Comments

B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Name *
URL
Code   
ChronoComments by chronoengine.com
Submit Comment