Thursday, 31 May 2012 19:17    PDF Print E-mail
Pohon tumbang, warga Medan siapkan ‘class action’
Warta

INDRA WIDYASTUTI
WASPADA ONLINE


MEDAN - Sebatang pohon beringin tumbang di Jalan Diponegoro Medan, Kamis (31/5). Pohon yang cukup besar tersebut menimpa tiga mobil dan dua sepeda motor yang sedang melintas di jalan tersebut. Bahkan, dua pengendara sepeda motor harus dilarikan ke rumah sakit karena mengalami cedera parah.

Pohon beringin yang tumbang itu tumbuh di depan rumah dinas PT London Sumatera (Lonsum), Jalan Diponegoro Medan, tepat di depan kantor Departemen Keuangan dan sekitar 50 meter dari Kantor Gubernur Sumut. Pohon menimpa tiga mobil yang tengah berhenti karena lampu merah, yakni Kijang Innova Silver BK 1172 QM, Toyota  Altis BK 208 CG dan mobil pick up blazer plat merah BL 8081 AJ. Meski yang patah adalah dahan pohon, namun karena cukup besar, ketiga mobil tersebut tampak ringsek karena patahan dahan pohon beringin itu menimpanya.

join_facebookjoin_twitter

“Pas kami berhenti di lampu merah, tiba-tiba dahan pohon beringin di sebelah kanan tumbang. Dua orang naik kereta patah-patah,” kata Andi Trimas, supir Kijang Innova.

Tidak ada korban jiwa mauapun cedera di dalam mobil karena kejadian tersebut. Namun, dua pengendara sepeda motor terpaksa dilarikan ke rumah sakit karena cedera. Salah seorang pengendara bahkan kritis karena mengalami patah kaki.

Kedua pengendara sepeda motor itu kini dirawat di RS Malahayati Medan. Sedangkan dua sepeda motor yang mereka kendarai mengalami rusak parah. Keduanya adalah Andi, warga Jalan Setia Budi Medan dan Suroto (26), warga Batubara yang tinggal di Jalan Flamboyan Raya Medan.

Usai menjalani perawatan di RS Malahayati, Andi harus menjalani scanning di RS Matherna karena bahu kirinya mengalami pergeseran tulang. Sedangkan lengan kanannya patah, sehingga harus dioperasi.

Sementara Suroto yang mengendarai Supra Fit BK 6822 VAN, mengalami patah pada kaki kirinya karena tertimpa dahan. Keduanya mengaku mendapat musibah tersebut ketika sedang berhenti karena lampu merah.

Dari pantauan, tampak sejumlah petugas memotong dan membersihkan dahan pohon yang berserakan di badan jalan. Akibat kejadian itu, arus lalu lintas di Jalan Diponegoro Medan sempat macet total.

Tumbangnya pepohonan di Medan ini bukan sekali saja terjadi.  Beberapa waktu lalu, di bagian selatan Medan juga banyak pepohonan tumbang.  Hal ini jelas menakutkan warga, apalagi Medan memiliki potensi besar terserang angin kencang.

Akibatnya, beberapa warga kota akan mengajukan gugatan class action kepada Pemko Medan. Hal ini dikatakan oleh Wakil Direktur LBH Medan, Muslim Muis.  Menurut Muslim Muis,  mereka akan lakukan gugatan class action terhadap Pemko Medan. Karena masalah pohon yang bertumbangan dan mengakibatkan adanya korban jiwa, merupakan tanggungjawab pemerintah daerah.

Apalagi, tambah Muslim, Pemko Medan melalui Dinas Pertamanan telah mempunyai anggaran dana perawatan untuk pohon-pohon kota. “Tapi kenapa banyak pohon yang tumbang? Kita curiga dana tersebut tidak digunakan untuk melakukan perawatan. Bisa jadi dana tersebut diselewengkan, dikorupsi,” ketusnya seraya mendesak Pemko Medan peduli kepada keluarga korban tewas dengan bentuk memberikan bantuan.

Kelalaian Dinas Pertamanan dalam memilih pohon pelindung ditengarai menjadi penyebab kecelakaan ini. “Pohon Angsana yang ditanam di Medan itu bukan pohon yang layak sebagai pohon di perkotaan. Ini kesalahan fatal dari dinas pertamanan. Masak mereka tidak tahu pohon apa yang bisa ditanam di perkotaan,” terang Analis tata kota, Jaya Arjuna.

Menurut Jaya, pohon Angsana yang sekarang menjadi pohon utama di batas jalan Kota Medan memang cepat rindang, namun akarnya kurang kuat. “Ini amat membahayakan masyarakat pengguna jalan. Kita harus belajar dari Jakarta yang memilih menggunakan Angsana sebagai pohon pelindung di jalan. Seharusnya Medan meneruskan pilihan pohon yang sudah dibuat di zaman Belanda,” ujarnya.

Dulu, lanjut Jaya, di sepanjang jalan Listrik terdiri dari deretan pepohonan Mangga, di Glugur pepohonan asam jawa mendominasi. “Pohon-pohon ini amat cocok jadi pohon peneduh jalan, akarnya kuat, tahan cuaca dan angin serta rindang,” terangnya.

Untuk itu, tugas utama Pemko Medan sekarang adalah menambah taman kota dan mengganti pohon peneduh jalan. “Untuk pertama, Pemko harus menyisip pepohonan yang ada dengan pohon-pohon yang kuat tadi, sehingga jika sudah masanya, pepohonan lama bisa ditebang dan diganti dengan pohon baru tadi. Dan Medan pun bisa aman dari bahaya kecelakaan akibat pepohonan yang rapuh itu,” tegasnya.

Editor: ANGGRAINI LUBIS
(dat17/wol)

 

 

WARTA KARTUN

 

Comments

B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Name *
URL
Code   
ChronoComments by chronoengine.com
Submit Comment