Saturday, 26 May 2012 20:20    PDF Print E-mail
AP II siap sediakan air bagi Kuala Namu
Warta
INDRA WIDYASTUTI
WASPADA ONLINE


MEDAN - PT Angkasa Pura (AP) II dalam hal ini Project Implementation Unit (PIU) Pembangunan Sisi Darat Bandara Internasional Kuala Namu menegaskan tidak akan membatalkan kontrak kerja sama pemasok air yang sudah terjalin dengan PDAM Tirtanadi maupun PDAM Tirta Deli. Namun, jika ada pihak yang tidak bisa memenuhi kontrak, maka pihaknya akan mengoperasikan water treatment plant (WTP) yang sudah dibangun sendiri oleh PT AP II yang saat ini kondisinya siap operasi.

"Kami tentu akan menghormati semua kontrak yang sudah kami jalin. Namun, jika ada permasalahan, kami juga sudah siap dengan WTP sendiri yang akan menyuplai air di Bandara Kuala Namu," kata Pemimpin Proyek Pembangunan Bandara Kualan Namu, Joko Waskito, di Medan.

join_facebookjoin_twitter    

Seperti diberitakan sebelumnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deli  Serdang tetap ngotot tidak memberi izin Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtanadi untuk memasok air ke Bandara Kualanamu. Alasannya, kawasan bandara baru tersebut tidak termasuk dalam kerja sama operasi (KSO) antara PDAM Tirtanadi dengan PDAM Tirtadeli. Jika ini terjadi, dikhawatirkan BUMD milik Pemprov Sumut tersebut tidak bisa memasok air ke Bandara Kuala Namu yang dalam kontrak dengan AP II sebesar 15 liter per detik untuk lima tahun pertama. Kontrak yang sama juga diteken AP II dengan PDAM Tirta Deli.

Ditanyakan terkait polemik ini, Joko tidak bersedia berkomentar banyak, mengingat hal itu tidak menjadi domain PT AP II maupun pelaksana proyek. Tetapi, katanya, keputusan menjalin kontrak dengan PDAM Tirtadeli yang diteken sekitar Februari 2012 untuk menambah pasokan kebutuhan yang diperkiran mencapai 30 liter per detik. Artinya, kata dia, perlu penambahan dari kontrak sebelumnya dengan PDAM Tirtanadi sebesar 15 liter per detik.

"Ada lonjakan penumpang yang sebelumnya diperkirakan hanya lima juta orang pertahun menjadi ini menjadi tujuh juta orang per tahun. Ini berdampak pada banyaknya orang yang akan berada di bandara dan diperkirakan mencapai 120.000 orang per hari," katanya.

Secara terpisah, Anggota Komisi C DPRD Sumut, Hardi Mulyono mengatakan, PDAM Tirtanadi dan PDAM Tirta Deli termasuk Pemprov Sumut dan Pemkab Deli Serdang harus duduk bersama untuk mencari solusi terbaik. Sebab, katanya, semua pihak harus memandang kepentingan bandara ini sebagai kepentingan nasional bahkan internasional, bukan hanya kepentingan daerah.

"Kalau memang keduanya memungkinkan untuk sama-sama memasok air ke Bandara Kuala Namu kenapa harus ada permasalahan. Artinya, semua pihak harus legowo dan tidak mengedepankan egosenteris dalam melihat persoalan ini. Saya yakin, kalau dibicarakan bersama, semua akan ada solusinya," kata Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Sumut ini.

Editor: ANGGRAINI LUBIS

(dat06/wol)




WARTA KARTUN

Comments

B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Name *
URL
Code   
ChronoComments by chronoengine.com
Submit Comment