Friday, 25 May 2012 08:34    PDF Print E-mail
Potensi wisata Sumut banyak belum terdata
Warta
WASPADA ONLINE

MEDAN - Potensi pariwisata dan budaya di Sumatera Utara banyak yang belum terdata sehingga belum dapat dipromosikan untuk menarik kunjungan wisatawan, baik domestik  maupun mancanegara.

"Masih banyak potensi wisata yang belum terdata dan terdeteksi," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sumut Naruddin Dalimunthe dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi B DPRD Sumut di Medan, Rabu.

Selama ini, kata Naruddin, masyarakat masih sedikit mengetahui potensi wisata di Sumut selain sejumlah objek yang telah dikenal dan sering dikunjungi. Ia mencontohkan dengan Danau Toba yang dikelilingi tujuh kabupaten dan kawasan perbukitan Berastagi di Kabupaten Karo.

Demikian juga dengan Kabupaten Langkat yang selama ini objek wisata yang dikenal hanya pemandian dan hutan Bukit Lawang serta wisata bahari di Tangkahan.

Padahal, sebagai daerah yang memiliki banyak pantai dan perbukitan, Langkat diyakini memiliki objek wisata lain, tetapi belum terdata dan belum dipromosikan. Dari pengkajian yang dilakukan selama ini, sedikitnya ada 10 daerah di Sumut yang perlu didata potensi wisatanya guna dipromosikan.

Diantaranya, pemandian air panas (aek milas) di Kabupaten Tapanuli Selatan dan "Pancuran Sipitu" di Kabupaten Asahan. "Ternyata, selain wisata bahari, Asahan juga memiliki wisata air pancur," katanya.

Menurut dia, Disbudpar Sumut terus menggiatkan pendataan berbagai potensi wisata di 10 daerah tersebut yang direncanakan telah selesai pada akhir tahun 2012. Setelah berhasil didata dan didokumentasikan, berbagai potensi wisata itu akan dipromosikan. "Kita akan membuat stan di Jakarta tentang daya tarik Sumut," katanya.

Selain pendataan potensi, kata dia, dunia kepariwisataan di Sumut juga mengalami masalah dengan keberadaan ribuan situs budaya yang sulit dilindungi. Berbagai situs yang diperkirakan dapat menarik perhatian wisatawan itu, terutama dari luar negeri, banyak yang punah atau rusak.

"Situsnya sulit dilindungi karena dikelola swasta dan tidak terdata," kata Naruddin.

Siapkan "TIC"
Untuk membantu mempromosikan potensi pariwisata yang sudah ada, Disbudpar Sumut telah membangun "Tourist Information Centre" (TIC) di kawasan Danau Toba di Parapat, Kabupaten Simalungun.

Tidak lama lagi, kata Naruddin, TIC yang dibangun dari dana ABPN tersebut akan diresmikan Pelaksana Tugas Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho dan diserahkan pengelolaannya ke Pemkab Simalungun.

Dengan keberadaan TIC tersebut, wisatawan yang berkunjung ke Danau Toba dapat mencari informasi yang dibutuhkan, baik terkait potensi di sekitar Danau Toba maupun lokasi wisata lainnya.

"Selama ini, orang tidak tahu mau kemana kalau ingin bertanya," katanya.

Selain TIC, Disbudpar Sumut juga sedang mempersiapkan pembangunan gedung audiovisual tiga dimensi di Parapat untuk memaparkan tentang proses terbentuknya Danau Toba sebagai danau vulkanik terbesar di dunia.

"Potensi pariwisata di Sumut terbaik dan terlengkap di Indonesia. Namun kita belum maksimal mengelolanya," katanya.

Editor: PRAWIRA SETIABUDI
(dat06/antara)

Comments

B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Name *
URL
Code   
ChronoComments by chronoengine.com
Submit Comment