|
||||
| WHO: Dunia darurat polio |
| Warta |
WASPADA ONLINE JENEWA - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) akan mengumumkan keadaan darurat polio global setelah terjadi ledakan penyakit ini di Eropa, Afrika, dan Asia dalam dua tahun terakhir."Selama 24 bulan ini kami melihat ledakan wabah polio di tiga kawasan, yaitu Eropa, Afrika, dan Asia, yang menyerang orang-orang dewasa. Dalam beberapa kasus, 50% dari para korban meninggal dunia," kata Bruce Aylward, dari bagian pemberantasan polio WHO. "Ini mengingatkan kepada kita bahwa jika pemberantasan polio gagal, kita akan menyaksikan kenaikan besar-besaran kasus penyakit dengan dampak yang akan sulit untuk diperkirakan," imbuh Aylward. Polio masih menjadi wabah di Afghanistan, Pakistan, dan Nigeria. Kenaikan tajam kasus penyakit ini juga terjadi di Tajikistan. Sementara di Cina untuk pertama kalinya muncul penyakit ini sejak polio sempat dinyatakan tuntas diberantas lebih dari sepuluh tahun lalu. Penyakit tersebut juga muncul kembali di sejumlah negara yang tadinya sudah dinyatakan bebas polio. Para anggota WHO yang menggelar pertemuan di Jenewa pekan ini membahas polio di berbagai negara di dunia. WHO tadinya menetapkan tahun 2000 sebagai tahun selesainya pemberantasan polio. Perang dan keengganan memanfaatkan vaksinasi membuat jumlah anak yang terancam terkena polio makin besar. WHO memperkirakan kegagalan menyepakati langkah bersama mengatasi polio bisa membuat sekitar 200.000 anak di seluruh dunia menjadi cacat dalam satu dekade mendatang. Polio adalah penyakit yang sangat menular yang disebabkan oleh virus. Polio menyerang sistem saraf dan bisa menyebabkan kelumpuhan total hanya dalam waktu beberapa jam. Satu dari 200 orang yang terkena infeksi mengalami kelumpuhan yang tidak bisa disembuhkan. Di antara yang lumpuh, 5% hingga 10% meninggal dunia karena otot-otot pernafasan tidak bisa berfungsi sebagai mana mestinya. (dat18/bbc) |




JENEWA - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) akan mengumumkan keadaan darurat polio global setelah terjadi ledakan penyakit ini di Eropa, Afrika, dan Asia dalam dua tahun terakhir.
Comments