|
||||
| Sentimen kesukuan tak main di Pilgubsu |
| Warta |
|
ANGGRAINI LUBIS WASPADA ONLINE MEDAN - Fanatisme kesukuan yang dijadikan alasan beberapa calon yang mengincar kursi Sumut 1 dinilai sangat tidak etis. Karena saat ini masyarakat sudah pintar dalam menilai langkah-langkah para tokoh yang bermain politik.“Jangan gunakan kesukuan untuk meraih dukungan. Rakyat Sumut sudah cerdas sekarang,” kata Analis Komunikasi dari USU, Danandjaja kepada Waspada Online, hari ini. Menurut Danan, di Pilgub Sumut yang akan datang, beberapa calon yang muncul sekarang mungkin malah tidak akan mendapatkan suara rakyat. “Rakyat akan memilih calon yang memang layak dipilih. Sentimen kedaerahan akan terabaikan, karena rakyat sudah belajar dari masa lalu,” katanya. Danan mengatakan, saat ini rakyat telah lelah dengan janji-janji politik para calon saat kampanye tanpa ada realisasi jelas saat menjabat. “Rakyat juga akan melihat track record para calon. Jangan sampai kejadian masa lalu terulang lagi,” pesannya. (dat17/wol) |




MEDAN - Fanatisme kesukuan yang dijadikan alasan beberapa calon yang mengincar kursi Sumut 1 dinilai sangat tidak etis. Karena saat ini masyarakat sudah pintar dalam menilai langkah-langkah para tokoh yang bermain politik.
Comments