|
Warta
|
|
INDRA WIDYASTUTI WASPADA ONLINE
MEDAN - Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) melakukan pemeriksaan sampel jajanan anak sekolah (JAS) pada 100 Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten/Kota di Sumut dan hasilnya sekitar 5 persennya pada jajanan yang berupa minuman rata-rata mengandung pemanis buatan. Pemeriksaan ini masih pada tahap awal di tahun 2012.
Kabid Sertifikasi dan Layanan Informasi Konsumen BBPOM Medan, Sacramento, menyatakan bahwa ada sebanyak 600 sampel JAS yang diambil dari 100 sekolah SD se-Sumut telah dilakukan pemeriksaan.
Namun sampel yang diambil masih dalam pengujian dan sampai saat ini belum ada ditemukan kandungan bahan-bahan yang dilarang seperti Rhodamin yang digunakan untuk pewarna tekstil yang dapat mengakibatkan penyakit kanker maupun Borax untuk pengenyal bakso, mie, kerupuk. Hanya saja banyak terdapat pewarna buatan pada minuman yang dijual sangat murah.
“Pemanis buatan sebenarnya tidak boleh dicampurkan dalam minuman karena tidak ada mengandung energy, walaupun bahannya tidak berbahaya sepanjang tidak melampaui batas. Kalau diminum 1 sampai 2 kali sehari gak masalah hanya tidak mengandung energi. Tapi kalau terus menerus diminum tidak boleh karena mengganggu pertumbuhan, gak ada energinya,” terang Sacramento.
Lanjutnya bahwa BBPOM akan tetap melakukan pemeriksaan melalui sampel terhadap JAS, pemeriksaan tahap I ini akan dilanjutkan lagi ke pemeriksaan tahap II pada bulan September mendatang. “Bila dari uji laboratorium nantinya ditemukan hasilnya seperti mengandung bahan-bahan yang tidak boleh dicampur atau bermasalah. Hasil temuan itu akan dilaporkan kepada dinas pendidikan untuk dilakukan pembinaan, produsennya dibina dan diperiksa,” jelasnya
Editor: PRAWIRA SETIABUDI (dat03/wol)
|
Comments