|
||||
| Minyak anjlok, Arab terguncang |
| Ekonomi & Bisnis |
|
WASPADA ONLINE Meski demikian, sepanjang tahun ini, indeks yang mengukur pergerakan 152 saham tersebut mencatatkan kenaikan sebesar 8,6%. Sejumlah saham berkapitalisasi besar dilanda aksi jual. Di antaranya, Saudi Basic Industries Corp yang sudah melorot selama tujuh hari belakangan. Lalu, saham Al Rajhi Bank juga anjlok ke level terendah sejak 30 Januari lalu. Adapun beberapa penyebab aksi jual pada bursa Arab Saudi adalah penurunan harga minyak serta kecemasan investor mengenai krisis utang Eropa yang semakin memburuk. Sekadar informasi saja, kemarin (18/5), harga minyak turun ke posisi terendah dalam enam bulan terakhir di New York. Data Bloomberg menunjukkan, harga kontrak minyak untuk pengantaran Juni turun US$ 1,08 menjadi US$ 91,48 per barel di New York Mercantile Exchange. Ini merupakan level terendah sejak 26 Oktober 2011 lalu. Jika dihitung, sepanjang pekan lalu, harga minyak sudah merosot sebesar 4,8%. Pasar berspekulasi, adanya kemungkinan Yunani terdepak dari zona Eropa akan memangkas tingkat permintaan minyak dunia. "Pasar saham Arab Saudi akan terguncang akibat penurunan harga minyak dan semakin memburuknya kondisi ekonomi Eropa yang juga mengancam perekonomian di kawasan lain," papar Asim Bukhtiar, head of research Riyad Capital. (dat18/kontan) |




Comments