Saturday, 19 May 2012 18:33    PDF Print E-mail
Budayawan: Reformasi belum berhasil
Warta
WASPADA ONLINE

JAKARTA  - Budayawan Radhar Panca Dahana menilai, reformasi di Indonesia belum berhasil. Sebab, reformasi hanya menguntungkan para elit politik.

"Kesuksesan ini tidak berhasil dalam reformasi publik. Reformasi ternyata hanya mekanisme dominasi dari para elit. Reformasi masuk ke dalam jajaran elit tersebut, dari situlah timbul pertanyaan besar arti dari sebuah reformasi. Apakah sudah benar berhasil menciptakan mekanisme untuk jajaran publik atau justru reformasi hanya jadi alat untuk mencapai kesuksesan," kata dia, hari ini.

Menurutnya, di era reformasi kebudayaan tidak pernah menjadi acuan pemerintah untuk membuat suatu kebijakan. "Sampai hari ini kita bicara pentingnya kebudayaan di negara, tapi ternyata kebudayaan tidak pernah menjadi pusat perhatian dan menjadi elemen penting dalam pembuatan kebijakan," kata Radhar.

Sementara itu, praktisi hukum Johnson Panjaitan menilai, pemilu di era reformasi adalah sebuah pertarungan pasar. Sebab, meski mengatasnamakan demokrasi, pemilu di era reformasi masih rawan manipulasi.

"Pemilu sekarang pertarungan pasar yang bisa memanipulasi apa-pun dengan atas nama demokrasi. Kebangkitan nasional adalah bicara mengenai perjuangan dan kebebasan bukan hal yang dijual ke pasar asing," kata dia.
(dat17/merdeka)

 

Comments

B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Name *
URL
Code   
ChronoComments by chronoengine.com
Submit Comment