|
||||
| Cagub populer belum tentu terpilih |
| Warta |
WASPADA ONLINE MEDAN - Jika Pilgubsu digelar minggu depan, yang paling berpeluang untuk menang itu adalah Gatot Pujo Nugroho dan Gus Irawan. Sampai sekarang kedua tokoh itu paling populer. Itu dimungkinkan karena keduanya juga adalah pejabat publik."Kadang pun kita bingung membedakan aktifitas keduanya, apakah terkait tugas atau sekaligus berkampanye," ucap pengamat politik dari UMSU, Shohibul Ansor Siregar, kepada Waspada Online, hari ini. Menurut dia, dari analisis yang ada, Gatot Pujo Nugroho dan Gus Irawan, tingkat popularitasnya masih unggul dari calon-calon lainnya. Shohibul menjelaskan popularitas pun belum tentu menguntungkan, sebabnya ada juga popularitas yang bersifat negatif. Ia mencontohkan cagub Sutan Bhatoegana Siregar. Menurut dia, sebagai elite partai Demokrat, Sutan Bhatoegana sangat populer, bukan hanya di Sumut, malah di Indonesia. "Tapi ini populer karena apa, tentu orang ingat Bhatoegana, akan teringat juga dengan kasus Nazaruddin, serta kasus-kasus dugaan korupsi lainnya," sebut dia. Kandidat lain yang juga populer menurut Shohibul adalah Chairuman Harahap dan T Erry Nuriadi. Chairuman, menurut dia telah menyiapkan mesin-mesin politik bagi dirinya, ditambah pula aktifitasnya sebagai anggota DPR RI turut membantu. "Mesin pemenangan Chairuman hanya tinggal tunggu instruksi," sebut Shohibul. Sedangkan, T Erry Nuriadi menurut dia populer karena sejumlah prestasi dan penghargaan yang telah diterimanya selama memimpin Kabupaten Serdang Bedagai. Hampir senada, pengamat politik dari USU, Ahmad Taufan Damanik menyebutkan Gatot Pujo Nugroho dan Gus Irawan paling mendapat apresiasi dari publik. Disusul tokoh lainnya seperti T Eri Nuriadi, RE Nainggolan serta AY. Nasution. Taufan juga mengisyaratkan perlunya muncul tokoh-tokoh muda untuk bursa cagubsu pada Pilkada mendatang. "Ada sinyal bahwa masyarakat jenuh dengan tokoh-tokoh yang telah ada, tokoh muda seperti Irham Buana Nasution dipandang cukup layak," sebut Taufan. Popularitas Gatot Pujo Nugroho dan Gus Irawan juga terlihat dari aspek pemberitaan di media massa lokal. Menurut pengamat politik Dadang Darmawan, kedua tokoh mendapat porsi lebih ketimbang kandidat lainnya. “Setidaknya jika kita mengikuti media terbitan Medan, dua tokoh tadi paling menonjol,” sebutnya. Hanya saja, meski banyak tampil di media, Dadang menilai bentuknya masih seremoni dan pencitraan semata. Dari Media juga menurut Dadang, tokoh lainnya yang berpeluang juga bermunculan, diantaranya HT. Milwan, Abdillah, Syah Affandin, Fadly Nursal hingga Hasbullah Hadi. Dadang juga mengimbau media dan parpol agar lebih mengarah kepada agenda kualitatif ketimbang hiruk-pikuk pencalonan. Menurut dia itu lebih penting bagi masyarakat, bukan hanya berkutat pada seputar siapa akan berpasangan dengan siapa atau partai apa akan mendukung siapa. Bukan hanya agenda kualitatif, parpol juga diminta paling lama lima bulan sebelum hari pencoblosan Pilgubsu 2013, sudah menetapkan Calon Gubernur Sumatera Utara (Cagubsu) periode 2013-2018 yang akan diusungnya. "Parpol harus berani menetapkan Cagubsu dan pasangannya sesegera mungkin. Tidak etis dan terkesan aneh jika penetapan calon dan pasangannya dilakukan di detik-detik terakhir pendaftaran ke KPU Sumut," tandas pengamat politik Arifin Saleh Siregar, MSP. Menurutnya, penetapan calon sesegara mungkin akan memberi manfaat kepada semua pihak yang terlibat dalam Pilgubsu. Jika ditetapkan lima bulan sebelum pencoblosan, maka masyarakat pemilih akan memiliki waktu meneliti dan menelusuri jejak rekam (track record) si calon, sehingga masyarakat tahu siapa yang akan dipilihnya. Yang tak kalah pentingnya, penetapan Cagubsu dari jauh-jauh hari juga akan memberi dampak positif kepada parpol. Setidaknya citra mereka akan lebih bagus, karena sudah terhindar dari tuduhan menunggu “tawaran’ yang lebih besar. Selama ini masyarakat menduga-duga, parpol sengaja memperlama penetapan calon dengan harapan menunggu calon yang lebih "bergizi". (dat06/wol-robbyef) |




MEDAN - Jika Pilgubsu digelar minggu depan, yang paling berpeluang untuk menang itu adalah Gatot Pujo Nugroho dan Gus Irawan. Sampai sekarang kedua tokoh itu paling populer. Itu dimungkinkan karena keduanya juga adalah pejabat publik.
Comments