|
INDRA WIDYASTUTI WASPADA ONLINE
MEDAN - Pemilihan Kepala Daerah Sumatera Utara (Pilkada Sumut) 2013 mendatang diprediksi akan lebih ramai dibandingkan Pilkada tahun 2008 lalu. Sejumlah calon pun sudah mulai unjuk diri, ada yang terang-terangan, tak sedikit pula yang masih terkesan ragu.
Tahapan Pilkada Sumut 2013 belum dimulai. Namun, sejumlah calon sudah gencar menggalang dukungan. Bahkan, beberapa nama terindikasi akan berkolaborasi. Salah satu pasangan calon yang terindikasi akan berpasangan dalam Pemilihan Gubernur Sumut (Pilgubsu) tersebut adalah Gatot Pujo Nugroho dan T. Erry Nuradi, yang saat ini menjabat Bupati Serdang Bedagai.
Munculnya dugaan tersebut lantaran keduanya kerap terlihat bersama dalam berbagai acara, baik acara di rumah Dinas Gubernur (gubernuran), kantor Gubernur Sumut, universitas, maupun di acara lainnya. Erry Nuradi yang merupakan adik kandung dari mendiang mantan Gubernur Sumatera Utara, T. Rizal Nurdin tersebut tampak selalu mendampingi Gatot. Bahkan, Erry tak pernah absen menghadiri undangan Pemprov Sumut meskipun banyak bupati dan walikota yang tidak hadir.
Anggota tim pengarah dari tim pemenangan PKS untuk Pilkada Sumut 2013, Sigit Pramono Asri tidak menampik bahwa pihaknya melakukan penjajakan dengan Erry Nuradi untuk dijadikan pendamping Gatot. Namun, pihaknya juga melakukan penjajakan dengan tokoh lainnya, tidak hanya Erry.
Sejumlah nama yang muncul akan maju dalam Pilkada Sumut seperti AY Nasution, Gus Irawan Pasaribu, dan Fadly Nurzal. "Namanya penjajakan, ya kita jajaki semuanya. Ketemu Erry kita jajaki, ketamu Gus kita jajaki juga, ataupun lainnya. Tapi ya masih ngomong-ngomong cair, namanya penjajakan," kata Sigit, hari ini.
Analis dari Universitas Sumatera Utara (USU), Dadang Darmawan mengatakan, sejatinya semua pasangan calon bisa dicocokkan, termasuk Gatot-Erry. Sebab, dalam Pilkada, yang dikedepankan adalah pertimbangan kepentingan politik. "Yang cocok dalam konteks politik itu adalah kepentingan politik, bukan apakah dia orang Jawa atau Melayu," katanya.
Namun, lanjut Dadang, dibutuhkan perjuangan jika keduanya ingin berpasangan untuk maju dalam Pilgub Sumut karena kedua-duanya butuh waktu untuk memastikan diri lolos. Di satu sisi, PKS butuh koalisi untuk mengusung calon, sementara Erry Nurady sendiri belum tentu mendapat dukungan Golkar mengingat ada sejumlah nama dari partai berlambang pohon beringin tersebut yang akan maju.
Editor: AGUS UTAMA (dat03/wol)
|
Comments