Monday, 14 May 2012 19:08    PDF Print E-mail
Kabag Umum DPRD Medan ancam rekanan
Warta
SASTROY BANGUN
WASPADA ONLINE

MEDAN - Kepala Bagian Umum (Kabag Umum) Sekretariat DPRD Medan, Masnilam Lubis, mengancam mematikan seorang rekanan,  Lailatul Badri karena tak mau mencairkan uang service kendaraan dinas jenis Toyota Avanza BK 1648 K yang dipakainnya.

Tanpa melihat waktu dan keadaan, ancaman mematikan seorang rekanan tersebut dilakukan Masnilam Lubis di depan khalayak ramai, hingga ancaman yang dilontarkan Masnilam sempat membuat sejumlah Pengawai Negeri Sipil (PNS) yang tak lain bawahannya dan tamu di Sekretariat DPRD Medan menjadi bertanya-tanya.

Penelurusan yang dilakukan, hari ini, Lailatul Badri membenarkan dirinya mendapat ancaman dimatikan oleh Kabag Umum Sekretariat DPRD Medan,Jumat, lalu di lantai satu gedung DPRD Medan di Jalan Kapten Maulana Lubis.

“Kumatikan pun bisa kau dari sini,” ungkap Lailatul Badri menirukan ancaman Kabag Umum Masnilam, saat ditemui.

Diakuinya, ancaman tersebut dilontarkan Masnilam karena dirinya tidak mau membayar klaim yang disodorkan Masnilam atas klaim kerusakan kendaraan ulan April lalu, dikarenakan melanggar prosedur dan ketentuan. “Iya saya diancam dimatikan yang bersangkutan, saat itu saya tidak mau membayarkan klaim service atas kerusakan kendaraannya dikarenakan menyalahi prosedur yang telah ditentukan,” ungkap Lailatul Badri .

Kepada wartawan, Lailatul menjelaskan hal ikhwal permasalahan tersebut, bahwa  Masnilam meminta dirinya untuk mencairkan klaim service kendaraan dinas sebesar Rp1.290.000,- namun dikarenakan servicenya tidak dibengkel yang telah ditunjuk sesuai ketentuan, pihaknya tidak mau mencairkan uang tersebut.

“Sesuai ketentuan kan begitu, dimana kendaraan harus disservice dibengkel yang telah ditentukan. Kalau ini tidak, servicenya di bengkel lain sementara klaimnya harus saya,” ungkap perempuan berambut sebahu ini seraya mengungkapkan kalau dirinya terus dicemooh saat menjelaskan permasalahan sebenarnya kepada Masnilam.

Meski begitu, saat sebelum ancaman terlontar, Lailatul Badri juga sempat memberikan solusi agar permasalahan ini bisa dipecahkan yakni, bukti klaim service ini disetujui dahulu oleh Sekretaris DPRD Medan OK Zulfi . “Saya sempat utarakan agar bukti service tersebut disetujui oleh Pak Sekwan, namun saran saya malah dibalas dengan kata-kata yang tidak mengenakan,” ungkapnya seraya mengatakan kalau dirinya tidak bermaksud membayar kan klaim melainkan caranya harus sesuai dengan ketentuan yang telah disepakati.

“Intinya itu saja, saya bukan tidak mau mencairkan, tapi ketentuannya lah harus sesuai dengan kesepakatan yang dibangun,” ungkapnya.

Sementara secara terpisah,  Kabag Umum Sekretariat DPRD Medan Masnilam Lubis, mengaku dirinya tidak pernah melontarkan ancaman tersebut. “Tidak benar itu, mana ada saya mengancam,” ungkapnya.

Saat ditanya soal prosedur service harus dibengkel yang ditunjuk, Masnilam beralasan kalau saat itu keadaanya sangat tidak memungkinkan. “Saat itu kan malam dek, saya bawa ke bengkel lain lah, mana terpikir ke bengkel itu (rekanan-red),” ungkapnya.

Terkait dengan ancaman yang dilontarkan bawahannya kepada seorang rekanan, Sekrataris DPRD Medan, OK Zuldi mengaku dirinya tidak mengetahui dikarenakan dirinya saat itu sedang menghadiri rapat di rumah dinas Walikota.

“Saya tidak tahu soal itu, tadi saya kebetulan sedang rapat di rumah dinas,” ungkapnya. Sementara itu soal klaim yang diminta Kabag Umum kepada rekanan tersebut, OK Zulfi menilai kalau hal itu jelas menyalahi prosedur. “Jelas salah, itu kan harus sesuai dengan ketentuannya. Service itu harus dilakukan di bengkel yang ditunjuk. Pantas saja kalau rekanan tidak mau mencairkannya,” ungkap OK Zulfi.

Editor: PRAWIRA SETIABUDI
(dat18/wol)

Comments

B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Name *
URL
Code   
ChronoComments by chronoengine.com
Submit Comment