|
||||
| Kantong jenazah kadang isinya tanah |
| Warta |
|
WASPADA ONLINE Di sisi lain, dalam keterangan tertulisnya, Direktur Eksekutif DVI Sukhoi Superjet-100, Kombes Pol Anton Castilani, mengimbau keluarga korban agar menyerahkan sepenuhnya proses identifikasi jenazah kepada Tim DVI. "Proses identifikasi sedang berjalan dan proses identifikasi ini dilaksanakan secara profesional, transparan, dan ilmiah sehingga kami memerlukan waktu," kata Anton. Anton mengimbau kepada keluarga korban agar senantiasa bersabar menanti hasil proses identifikasi terhadap korban. "Kami sudah mempunyai contact person dan alamat yang bisa dihubungi kami sarankan kepada keluarga besar korban dapat melaksanakan aktivitas sehari-hari di rumah atau tempat bekerja masing-masing," beber Anton. Sehingga lanjut Anton, apabila proses identifikasi telah selesai maka akan diberitahukan melalui contact person yang telah dimiliki pihak DVI. "Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi Bapak Nugroho dengan nomor handphone. 0812 2843 520," demikian Anton. Proses identifikasi jenazah korban kecelakaan pesawat Sukhoi Superjet 100, selanjutnya akan dilakukan sesuai dengan prosedur Kepolisian Internasional (Interpol). Proses identifikasi dilakukan tim Disaster Victim Identification (DVI) yang dibantu tim dari Rusia dan para ahli dari universitas. "Kami tim DVI Indonesia ini berprinsip kerja keras sama-sama tim Rusia dan seluruh tim yang tergabung dalam DVI ini untuk bekerja profesional, transparan, akuntabel, independen, melibatkan pakar forensik, dari UI, Airlangga, Unpad, dan lainnya sudah tergabung dalam tim kami yang masih kerja keras di ruang jenazah," kata Kepala Pusat Kedokteran dan Kesehatan Kepolisian yang juga Ketua Tim DVI Nasional, Brigadir Jenderal (Pol) Musaddeq di Jakarta, malam ini. Musaddeq menjelaskan, sesuai dengan prosedur Interpol, ada dua macam identifikasi yang harus dilakukan. Pertama, identifikasi primer berupa sidik jari, gigi, dan DNA forensik. "Mengingat kondisi jenazah, sebagian besar menggunakan DNA forensik," katanya. Kedua, identifikasi sekunder seperti data medik berupa tato, tanda lahir, atau pun perhiasan yang dikenakan korban saat terjadi kecelakaan. "Bisa saja dia menggunakan jam khusus atau cincin kawin yang khusus, termasuk kartu identitas, ATM, dan sebagainya," kata Musaddeq. (dat03/rmol/kompas/wol) |




JAKARTA - Hingga hari ini, sebanyak 21 kantong jenazah pesawat Sukhoi Superjet-100 sudah tiba di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur. Evakuasi korban dihentikan sementara pada petang tadi, dan akan diteruskan pagi hari besok, Senin.
Comments