|
WASPADA ONLINE  MEDAN - Bongsu Hutagalung dilantik menjadi Pembantu Rektor (PR) III USU menggantikan Prof. Drs. Eddy Marlianto, B.Sc, M.Sc, Ph.D yang mengundurkan diri beberapa waktu lalu. Pelantikan yang digelar di Biro Rektor, hari ini, itu dihadiri Rektorat USU, para Guru Besar dan civitas akademika USU.
“Civitas akademika harus lebih transparan dalam mengkomunikasikan seluruh aktifitasnya,” ucap Ketua kata Joefly J Bahroeny sebelum proses pelantikan digelar. Menurut Ketua MWA USU komunikasi merupakan jembatan yang penting seluruh sivitas akademika USU guna menunjang kinerja sesuai dengan tugas masing-masing.
Bahroeny juga mengajak semua organ civitas akademika untuk kembali membulatkan tekad dengan semangat yang kuat dalam menjalankan tugas dan fungsi organisasinya. "Semua organ yang ada di universitas ini harus kembali dengan tekad dan semangat kuat agar setiap organ universitas dapat melaksanakan fungsi organisasinya masing-masing secara lebih sempurna. Itu semua dapat dicapai kalau kita lebih terbuka dalam mengkomunikasikan setiap tugas dan pekerjaan," katanya.
Dalam kesempatan itu, Ia mengatakan perkembangan ilmu pengetahuan dan informasi teknologi, mendesak negara-negara untuk memasuki era global tanpa batas, termasuk juga di bidang pendidikan. Sehingga dunia dipenuhi oleh kemungkinan bagi pendidikan, kerja dan kewirausahaan. Seseorang hanya butuh keahlian, motivasi , kapasitas untuk pembelajaran seumur hidup dan level pendapatan dasar untuk dapat terhubungkan secara global.
"Perubahan besar yang terjadi di masyarakat membuat era baru kolaborasi massal rumit dan tidak pasti. Kolaborasi dan keterbukaan yang dahulunya bersifat seni kini telah menjadi ilmu pengetahuan," ujarnya Bahroeny Kondisi ini, sebutnya, akan membuat para pemimpin harus menyiapkan pikiran yang kolaboratif dan pada sisi lain dunia usaha memerlukan sumber daya manusia yang mempunyai kemampuan unik untuk bekerja di lingkungan koaboratif tersebut. Hal itu juga menjadi tantangan sekaligus peluang dalam dalam menyiapkan mahasiswa USU yang mampu melakukan interaksi aktif dengan berbagai situasi dan kondisi yang ada pada kurun waktu dan tempat tertentu sesuai dengapotensi dan kemampuan yang dimiliki serta menuntun mahasiswa ke sejumlah kebiasaan yang agung dan mulia dengan melakukan langkah upaya yang mengalokasikan waktu secara benar. Dilantikannya Bongsu Hutagalung sebagai PR III USU juga mengakhiri drama siapa pengganti Prof. Drs. Eddy Marlianto, B.Sc, M.Sc, Ph.D. Apalagi proses penggantian ini diduga terkait dengan kasus perselingkuhan yang melibatkan sang profesor. Prof Eddy Marlianto dilantik pada Juni 2011. Belum genap setahun. Sebelumnya, Rektor USU Syahril Pasaribu mengatakan bahwa Prof Eddy Marlianto telah diberhentikan dengan hormat. Sebelum diberhentikan, beliau juga telah mengundurkan diri, “ kata Rektor beberapa waktu lalu. (dat17/wol-robby)
|
Comments