Sunday, 29 April 2012 11:04    PDF Print E-mail
Harga minyak dunia bervariasi
Ekonomi & Bisnis
WASPADA ONLINE

NEW YORK  - Harga minyak dunia bervariasi atau "mixed" pada perdagangan hari ini, naik moderat untuk minyak mentah di New York dan melemah untuk minyak London.

Minyak AS sedikit menguat karena para pedagang bertaruh bahwa pertumbuhan AS yang lebih lemah akan mendorong Federal Reserve ke arah stimulus lebih, lapor AFP.

Sementara penurunan pada minyak Brent karena kekhawatiran lain tentang masalah pertumbuhan Spanyol.

Dalam perdagangan tipis, kontrak utama New York, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) atau light sweet untuk pengiriman Juni, naik 48 sen menjadi ditutup pada 104,93 dolar AS per barel.

Minyak mentah Brent North Sea untuk penyerahan Juni turun sembilan sen menjadi menetap di 119,83 dolar AS per barel di London.

Departemen perdagangan melaporkan bahwa produk domestik bruto AS tumbuh pada tingkat tahunan 2,2 persen dalam tiga bulan pertama tahun ini, melambat dari kecepatan 3,0 persen pada kuartal keempat 2011.

Beberapa pihak berpendapat itu adalah tanda bahwa Federal Reserve bisa meluncurkan putaran pembelian aset ketiga.

Namun kemajuan itu dibatasi oleh kekhawatiran tentang pertumbuhan di sisi lain dari Atlantik.

"Masalah zona euro menyebabkan banyak kekhawatiran tentang permintaan," kata analis Ken Hasegawa dari perusahaan broker Newedge.

S&P pada Kamis memangkas peringkat Spanyol dua tingkat menjadi BBB-plus dan menambahkan prospek negatif, mengatakan pihaknya memperkirakan perekonomian menyusut tahun ini dan tahun berikutnya.

Perekonomian Spanyol adalah yang keempat terbesar di 17-negara zona euro.

S&P juga memperingatkan bahwa situasi anggaran pemerintah memburuk dan bahwa bank-bank yang kemungkinan akan makin mengandalkan sumber resmi untuk pendanaan, karena mereka bergulat dengan tumpukan kredit macet, terutama di real estat.

Menambah kesuraman, data resmi yang diterbitkan Jumat menunjukkan tingkat pengangguran di Spanyol telah meningkat menjadi 24,4 persen pada kuartal pertama.

Investor takut Spanyol bisa mengikuti penurunan spiral bergaya Yunani dan memicu kekacauan di pasar, pada gilirannya memukul permintaan energi global.

Spanyol memiliki tingkat pengangguran tertinggi di kelompok negara industri dunia karena ekonominya yang merosot gagal menyerap jutaan pekerja yang telah kehilangan pekerjaan sejak gelembung properti besar-besaran meledak pada 2008.

Kemerosotan ini telah diperparah oleh langkah-langkah penghematan pemerintah yang ketat untuk mengendalikan defisit publik dan mengurangi utang yang menjamur, membuat pekerjaan lebih sulit untuk didapatkan.

Editor:SASTROY BANGUN
(dat17/antara)

Comments

B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Name *
URL
Code   
ChronoComments by chronoengine.com
Submit Comment