|
||||
| REKOMENDASI SAHAM: IHSG bakal hijau, lirik 9 saham ini |
| Ekonomi & Bisnis |
WASPADA ONLINE JAKARTA – Laju IHSG hari ini dipredksi variatif-naik seiring ritme bursa regional. Tapi, ada sembilan saham potential alami bargaining sehingga dilirik investor. Apa saja?Pada perdagangan kemarin (25/4) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG ) ditutup melemah 6,71 poin (0,16%) ke angka 4.163,643 dengan intraday tertinggi 4.170,177 dan terendah 4.149,265. Begitu juga dengan indeks saham unggulan LQ45 yang turun 1,97 poin (0,28%) ke angka 708,003. Analis dari Capital Bridge Indonesia Aji Martono mengatakan, pelemahan tipis IHSG kemarin, mengikuti Hang Seng Index (HSI), Kospi dan Strait Times Index (STI). “Saya melihat koridor indeks pada level 4.154 terjaga dengan rapih dan penutupan kemarin masih berada di atas koridor itu,” katanya hari ini. Aji memperkirakan, laju IHSG hari ini fluktuatif dengan kecenderungan menguat dalam koridor itu jika The Fed memberikan kabar baik. Tapi, penguatan dan pelemahannya sangat tergantung pada pergerakan bursa regional. “Saya melihat, posisi support indeks di 4.135 dan resistance di 4.195,” ujarnya. Aji menjelaskan, pola perdagangan masih mengikuti regional market. Kemarin, Dow Jones Industrial Index (DJI) masih menunggu kabar baik dari The Fed. Sementara itu, pasar Eropa tinggal apakah risiko politik di kawasan itu akan diterima oleh market cukup baik atau tidak. “Jika baik, IHSG juga akan merespon juga dengan baik. Jika sebaliknya, IHSG juga akan kembali mengalami penurunan,” paparnya. Menurutnya, saham-saham berkapitalisasi besar masih menjadi satu landasan penurunan indeks. Karena itu, penurunan kemarin semata faktor pelemahan saham big cap yang notabene jadi penggerak indeks seperti PT Astra Internasional (ASII), PT Gudang Garam (GGRM), dan PT Bumi Resources (BUMI). Pada akhirnya, kata dia, meski sektor properti dan beberapa saham lain mengalami penguatan, karena big cap mengalami penurunan, IHSG tidak kuat untuk menguat. “Apabila saham-saham penggerak indeks itu kembali menguat indeks pun akan kembali bergairah,” timpalnya. Saham-saham di luar big cap pun, yang punya tenaga naik, akan terbantu untuk melanjutkan penguatannya jika itu yang terjadi. Di atas semua itu, Aji merekomendasikan positif beberapa saham. Di sektor properti, dari sisi Price Earnings Ratio (PER) masih ada yang layak untuk bergerak menyusul penguatan saham PT Bukit Sentul City (BKSL). Menurutnya, pasar akan berburu saham PT Kawasan Industri Jababeka (KIJA), PT Bukit Uluwatu Villa (BUVA), dan PT Alam Sutera Realty (ASRI). “Inilah saham-saham yang akan dilirik investor di sektor properti,” tuturnya. Lalu, peluang penguatan juga pada dua saham BUMN dan BUMD yakni PT Bank Tabungan Negara (BBTN) dan PT Bank Jabar Banten (BJBR). “Kedua saham ini punya peluang untuk menguat lebih lanjut dalam jangka menengah panjang,” paparnya. Karena itu, bargaining pada dua saham bank ini akan lebih kuat dibandingkan dengan saham big cap yang pergerakannya tinggal tipis seperti PT Bank Mandiri (BMRI) dan PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI). Saham-saham second liner lain juga akan jadi ajang spekulasi. Apalagi, saham-saham yang memiliki cerita korporasi seperti emiten PT Pudjiadi Prestige Limited (PUDP) yang akan membagikan dividen. Lalu, rencana revaluasi saham PT Energi Mega Persada (ENRG) di Rp500 yang juga akan menggairahkan. Hal sama pada saham-saham di sektor infrastruktur konstruksi seperti PT Adhi Karya (ADHI), PT Wijaya Karya (WIKA) dan PT Pembangunan Perumahan (PTPP). “Akumulasi akan terjadi lagi setelah terjadi koreksi,” ucap dia. Aji merekomendasikan speculative buying saham-saham tersebut. Tapi, bagaimanapun juga transaksi cepat lebih baik dilakukan pada emiten yang punya cerita korporasi tersebut agar tidak terjebak pada harga atas,” imbuhnya. (dat18/inilah) |




JAKARTA – Laju IHSG hari ini dipredksi variatif-naik seiring ritme bursa regional. Tapi, ada sembilan saham potential alami bargaining sehingga dilirik investor. Apa saja?
Comments