|
||||
| REKOMENDASI SAHAM: Sesi II 8 saham layak akumulasi |
| Ekonomi & Bisnis |
WASPADA ONLINE JAKARTA - Merespon Wall Street, bursa saham regional Asia melaju positif. Kondisi ini diprediksi berimbas positif juga bagi pergerakan IHSG. Delapan saham layak akumulasi. Apa saja?Laju indeks siang ini cukup ramai, didukung oleh volume transaksi yang tercatat mencapai 2,7 miliar lembar saham di pasar reguler dan total mencapai 3,02 miliar. Sementara itu, nilai transaksi mencapai Rp2,2 triliun di pasar regular dari total Rp2,5 triliun dan frekuensi 75.184 kali. Sebanyak 126 saham menguat, sedangkan 111 saham melemah dan 112 saham stagnan. Pelemahan indeks, juga diwarnai aksi jual dari investor asing yang mencatatkan transaksi nilai jual bersih (net foreign sell) sebesar Rp204,2 miliar. Rinciannya, transaksi beli mencapai Rp943,7 miliar sedangkan transaksi jual sebesar Rp1,14 triliun. Mayoritas sektor saham mendukung pelemahan IHSG. Saham sektor perkebunan memimpin pelemahan 1,33%, pertambangan 0,45%, infrastruktur 0,36%, aneka industri 0,35%, keuangan 0,31%, industri dasar 0,07%, dan manufaktur 0,08%. Hanya sektor properti yang menguat 0,97%, perdagangan 0,46%, dan konsumsi 0,13%. Analis dari Equator Securities Gina Novrina Nasution memperkirakan, indeks saham domestik akan menguat hingga penutupan. “IHSG akan bergerak pada kisaran perdagangan di level support 4.135 dan resistance 4.195,” katanya hari ini. Ia menjelaskan, kemarin ditengah sentimen yang memburuk akibat rata-rata pelemahan pada bursa global dan regional, IHSG berhasil ditutup anomaly. Padahal, dari dalam negeri, bursa saham domestik dapat sentimen negatif dari pemberian rating utang Indonesia yang tetap di BB+ dari pemeringkat rating Standard & Poor's Rating Service (S&P). Sebelumnya, pasar sudah yakin surat utang pemerintah akan mendapat rating investmen grade. IHSG justru bergerak anomali dan pada perdagangan sesipertama kemarin mengalami penguatan. Lalu, pada perdagangan sesikedua IHSG, sempat memasuki zona merahtapi kembali ditutup naik 14,86 poin (0,4%) ke level 4.170,35. Pada saat yang sama LQ45 juga menguat 1,42 poin (0,2%) menjadi 709,97. Penopang penguatan IHSGkemarin, antara lain, sektor properti yang menguat sebesar 1,3%, pertambangan 1,1%, dan konsumsi menguat sebesar 1%. Sedangkan sektor yang mengalami pelemahan diantaranya adalah sektor aneka industri melemah sebesar 0,9% dan perkebunan melemah sebesar 0,5%. Semalam, lanjut Gina, Dow Jones ditutup menguat 74,54 poin (0,6%) dan kembali memasuki level psikolgispada level 13.001,71. S&P 500 juga mengalami penguatan 5,04 poin (0,4%) di level 1.371,98. Namun Nasdaq Composite melemah 8,85 poin (0,3%) di level 2.961,60. Dia menjelaskan, penguatan Dow Jones dan S&P dipicu oleh rilisnya laporan keuangan emiten yang bagus sehingga memberikan sentimen positif. Namun semalam, Nasdaq tertekan dikarenakan investor masih menunggu rilisnya laporan keuangan dari emiten Apple Inc dan Netflix Inc.“Rilis kinerja Apple ternyata kinclong,” ucapnya. Di atas semua itu, ia menegaskan, respon atas WallStreet,memberikan angin segar untuk perdagangan bursa regional pagi ini yang dibuka rata-rata mengalami penguatan. Sentimen tersebut dapat membawa IHSG kembali menguat,” tandas Gina. Gina merekomendasikan positif delapan saham dari sektor infrastruktur, pertambangan, dan grup Astra. Saham-saham pilihannya PT Perusahaan Gas Negara (PGAS), PT Jasa Marga (JSMR), PT Indofood Sukses Makmur (INDF), PT United Tractor (UNTR), PT Timah (TINS), PT Adaro Energy (ADRO), PT Indo Tambang Raya (ITMG)dan PT Astra Internasional (ASII). “Saham-saham itu yang masih layak diakumulasi,” imbuhnya. (dat18/inilah) |




JAKARTA - Merespon Wall Street, bursa saham regional Asia melaju positif. Kondisi ini diprediksi berimbas positif juga bagi pergerakan IHSG. Delapan saham layak akumulasi. Apa saja?
Comments