|
||||
| Kematian Morosini masih dibahas |
| Sports |
|
WASPADA ONLINE
Akibat kejadian itu, banyak pihak yang menyerukan untuk segera melakukan tes yang lebih ketat lagi kepada pemain. Tapi Profesor Enrico Castellaci, Ketua Dokter Timnas Italia, menyatakan jika Liga Italia sudah melakukan itu jauh sebelum terjadinya kejadian ini. “Tes yang kami lakukan sangat ketat. Pengujian kesehatan ini kami lakukan di rumah sakit yang sudah teruji kualitasnya. Bahkan banyak transfer pemain yang gagal karena beberapa dari mereka gagal lolos tes kesehatan. Di liga lainnya, pertandingan juga masih dilanjutkan jika terjadi hal serupa, tapi tidak di Italia,” ujar Castellaci. Sementara itu, Presiden Federasi Kedokteran Olahraga Dunia, Fabio Pigozzi, menyatakan setuju dengan pendapat Castellaci jika Italia memberikan perlindungan lebih dari negara lainnya. “Dalam beberapa pekan terakhir telah terjadi serangkaian peristiwa tragis. Untuk atlet di bawah 35 tahun, serangan jantung terjadi pada 100-300 ribu atlet setiap harinya. Di atas usia 35 tahun, terjadi pada 15-50 ribu atlet setiap harinya. Hukum di Italia sangat ketat, kami berusaha meminimalkan risiko itu. Memang tidak mungkin menghapusnya, tapi kami tidak pernah lengah,” ujar Pigozzi. Kematian tragis Morosini membuat Asosiasi Sepakbola Italia (FIGC) menunda seluruh laga Serie A, Serie B, dan Lega Pro akhir pekan ini. Tak hanya itu, Presiden FIFA, Sepp Blatter, mengaku terkejut dengan kabar tersebut. “Tidak ada kata-kata yang bisa saya keluarkan untuk mengekspresikan apa yang saya rasakan tentang kematian Morosini. Saya hanya punya air mata,” ungkap Blatter. Selain Blatter, ucapan belasungkawa pun mengalir deras. Tidak hanya di Italia, La Liga Spanyol dan Liga Premier pun turut memberikan penghormatan dengan melakukan mengheningkan cipta selama satu menit sebelum pertandingan. Editor: AUSTIN ANTARIKSA (sat03/wol/footballitalia/goal) |




ROMA – Sepakbola dunia, khususnya Italia, berkabung karena Piermario Morosini meninggal dunia akibat serangan jantung saat bertanding melawan Pescara di laga Serie B baru-baru ini. Namun, tragedi tersebut ternyata melahirkan spekulasi baru. Beberapa dokter mengatakan bahwa kematian Morosini bukan karena gagal jantung, melainkan benturan keras yang mengenai kepalanya dan menyebabkan anuerisma (pecahnya pembuluh darah otak).
Comments