Friday, 13 April 2012 21:10    PDF Print E-mail
Bandara Kuala Namu harus 'dikeroyok'
Warta

INDRA WIDYASTUTI
WASPADA ONLINE


MEDAN - Wakil Presiden RI Boediono meminta semua pihak mempercepat pembangunan Bandara Internasional Kuala Namu. Wapres bahkan meminta agar pengerjaan bendara tersebut 'dikeroyok' agar cepat selesai.

"Kita mengharapkan semua kita lari cepat, sehingga penyelesaian bandara ini sesuai jadwal. Ini sudah lama sekali, sejak saya masih jadi menteri," kata Wapres dalam dialog dengan kementerian terkait dan segenap stakeholder pembangunan Bandara Medan Baru, di Kuala Namu, Deli Serdang, hari ini.

join_facebookjoin_twitter         

Wapres mengatakan, harapan segera rampungnya bandara tersebut karena akan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat Sumatera Utara, khususnya Kabupaten Deli Serdang. Apalagi, Bandara Kuala Namu akan menjadi bandara terbesar kedua di Indonesia setelah Bandara Soekarno-Hatta di Cengkareng.

Namun, Wapres juga mempertanyakan sejumlah kendala yang hingga kini masih menghambat pembangunan bandara. Baik dari sektor publik, private, maupun dari sektor lainnya seperti pembebasan lahan, air, listrik, dan lainnya. Wapres juga mempertanyakan kesiapan akses road dari dan menuju bandara, baik jalan arteri, jalan tol, dan jalan kereta api yang diharapkan bisa beropreasi dua track. Wapres juga mendengar masalah pembebasan lahan yang masih menjadi kendala pembangunan access road tersebut.

"Tanah itu tugas kita semua, di tempat lain tanah memang jadi masalah. Ayo dikeroyok ini biar cepat selesai," ucapnya.

Dirut Angkasa Pura II, Trisunoko dalam paparannya menyebutkan, Bandara Kuala Namu yang memiliki luas 1.365 ha dengan luas runway 3.750x60m dan kapasitas terminal 8,1 juta pax/tahun tersebut, progressnya sudah mencapai 81,3 persen. Dia mengatakan, pembangunan bandara akan selesai pada akhir tahun 2012 namun pengoprasiannya pada Maret 2013 karena masih ada proses yang harus dilakukan.

Sementara Dirut PTPN II, Batara Muda mengatakan, jika untuk pembebasan lahan sebagai pendukung akses road menuju bandara, sejatinya sudah tidak ada masalah karena tinggal menunggu proses administrasinya saja. Sedangkan dari Pihak PT KAI,  menyebutkan akses dari stasiun kereta api menuju bandara juga tinggal dibangun saja karena sudah tidak ada masalah pembebasan lahan.

Sedangkan Wakil Meteri Pekerjaan Umum Hermanto Dardak, dalam kesempatan yang sama menyebutkan untuk akses fly over, ditargetkan selesai akhir tahun ini.
(dat03/wol)

KARTUN HARI INI   

Comments

B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Name *
URL
Code   
ChronoComments by chronoengine.com
Submit Comment