|
||||
| Mensos: 70 juta jiwa penduduk RI miskin |
| Ekonomi & Bisnis |
|
INDRA WIDYASTUTI WASPADA ONLINE ![]() MEDAN - Sebanyak 70 juta jiwa warga Indonesia akan menerima bantuan langsung sementara masyarakat (BLSM) jika Pemerintah jadi menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) pada April 2012. Artinya, inilah data penduduk miskin yang terdapat dalam data pemerintah saat ini. Namun, belum ada keputusan resmi berapa bulan bantuan yang akan diberikan tersebut karena hal itu masih dibahas di DPR RI. “Penentuan enam atau sembilan bulan ini tergantung DPR,” kata Menteri Sosial, Salim Segaf Al Jufri di Medan, tadi malam. Mensos menuturkan, dalam dua hari kedepan, diperkirakan akan diputuskan, apakah nantinya masyarakat yang merasakan dampak langsung dari kenaikan BBM ini diberikan bantuan untuk enam bulan atau sembilan bulan. Namun, kata Mensos, dari segi data dan verifikasi semuanya sudah siap. "Jadi, kalau jumlah masih ditetapkan dengan 18,5 juta KK berarti diatas 70 juta jiwa. Jumlah ini sekira 30 persen dari populasi penduduk Indonesia," ungkapnya. Mensos menejelaskan, data yang dipakai tersebut adalah data Badan Pusat Statistik (BPS) yang telah diperbarui enam bulan lalu. Data tersebut merupakan gabungan dari tiga kelompok, yakni warga fakir miskin, miskin dan hampir miskin yang diprediksi juga akan terpengaruh dengan kenaikan harga BBM sehingga mereka juga perlu diberikan perlindungan. Mensos menerangkan, sejak awal Kemensos mengajukan agar BLT itu disalurkan selama sembilan bulan, namun ini semua tergantung persetujuan DPR RI. “Kita dari kementrian sudah siap untuk sembilan bulan. Penentuan enam atau sembilan bulan ini tergantung DPR. Usulan dari DPR untuk dikurangi dan dialihkan ke infrastuktur atau bantuan untuk desa. Jadi bisa menyusut Rp 25,6 triliun menjadi sekira Rp17- an triliun," bebernya. Disinggung mengenai dampak yang akan dirasakan masyarakat hingga setahun, Assegaf menyebutkan pemerintah masih memiliki program lainnya sebagai upaya melindungi rakyatnya. “Jadi program pemerintah ini, bukan hanya BLSM saja,banyak program lain seperti PNPM, KUR, untuk transporasi kelas ekonomi juga tidak ada kenaikan. Bantuan yang lain, PKH 1,5 juta masyarakat miskin, sebesar Rp 100 ribu perbulan," terangnya. Menurut Mensos, penyaluran BLSM ini nantinya tetap melalui PT POS dan dalam mengantisipasi ada perbedaan data dilapangan yang berpotensi menyebabkan kisruh, pihaknya sudah melakukan antisipasi, melalui akurasi data. ”Disamping penyaluran kita juga punya tim yang melihat ketepatan sasaran tersebut. Jadi sampai dan tepat sasaran,” tandasnya. Editor: ANGGRAINI LUBIS (dat03/wol) |





Comments