|
||||
| Demo BBM, SBSI '92 turunkan 18 ribu buruh |
| Warta |
|
RIDIN Koordinator liputan WASPADA ONLINE MEDAN - Berbagai elemen buruh rencana besok akan menggelar aksi unjuk rasa menyikapi kenaikan harga BBM yang dilakukan pemerintah. Salah satunya Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) 1992 yang selama ini selalu getol mengkritisi kebikjakan pemerintah yang kurang adil terhadap buruh.Menuruut ketua DPD SBSI '92 Sumut Pahala Napitupulu rencananya besok sekitar 18.700 buruh akan turun berunjuk rasa memprotes kebijkan pemerintah tentang kenaikan BBM tersebut. "Informasi terkini dari semua zona diperkirakan 18 700 akan turun besok," ujar Pahala tadi malam. Lanjut Pahala, titik kumpul aksi para buruh besok di Lapangan Merdeka Medan dan akan menuju lima titik sasaran unjuk rasa yakni Kantor DPRD Sumut, Kantor Gubsu, Bandara Polonia, PIntu Tol, dan Pelabuhan Belawan. "Kita minta pemerintah di Sumut agar respon terhadap rakyat. Aksoi terus aklan kita lakukan sampai pemerintah turunkan harga BBM dan kalau tetpa naik juga pemerintah harus naikkan upah buruh 30 persen," ujar Pahala. Sementara itu Sekretaris Umum SBSI 92 pusat, Yosofati Waruwu, menyebutkan ditingkat pusat massa SBSI 92 juga rencananya akan bergerak dengan massa yang sangat besar di kantor pemerintah dan DPR RI guna meminta Presoden SBY-Boediono untuk mencabut kembali keputusan tentang kenaikan BBM tersebut. "Pemerintah SBY-Boediono berbohong dan gagal mensejahterakan rakyat. Dalam pasal 33 ayat (3) UUD 1945, berbunyi bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat. Hak-hak konstitusi rakyat semestinya diperjuangkan dan dipenuhi oleh pemerintah sebagai penyelenggara Negara. Tetapi pemerintahan SBY-Budiono justru semakin menunjukkan kebijakannya pro pasar, pro neo liberalisme dan kapitalisme." Kehendak pemerintahan SBY-Boediono menaikkan harga BBM dalam APBN-P Tahun 2012 dengan alasan untuk menyelamatkan APBN serta untuk kesejahteraan rakyat adalah kebohongan yang dibungkus dengan Bantuan Langsung Sementara (BLSM) yang dahulu bernama Bantuan Langsung dan Tunai (BLT). Kalaulah benar dengan kenaikan harga BBM serta BLT seperti yang terjadi pada tahun-tahun sebelumnya telah mensejahterakan rakyat, mengapa angka pengangguran dan angka kemiskinan semakin meningkat? Mengapa anak putus sekolah semakin banyak? Mengapa biaya pendidikan dan kesehatan mahal? Artinya harga BBM yang menjadi alat ukur pergerakan ekonomi Indonesia yang selama ini mengikuti pasar internasional (mahal), tidak memberi manfaat bagi kesejahteraan rakyat. Tetapi hanya menguntungkan mafia minyak sebagaimana dikemukakan oleh para ahli dan analis. Jelas sekali pemerintah telah membohongi rakyatnya sekaligus mengkhianati UUD 1945. Bulan April 2012, Pemerintah akan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM), yang sudah barang tentu hal ini akan berdampak pada nasib rakyat yang sudah terpuruk akan semakin terpuruk. Harga kebutuhan bahan pokok, biaya pendidikan, kesehatan, transportasi, perumahann dipastikan naik, sementara daya beli rakyat semakin menurun. Jika demikian maka rakyat Indonesia semakin pasti menuju jalan panjang kemiskinan yang akut. Alasan pemerintah menaikkan harga BBM yang mencapai 35% adalah karena jebolnya APBN akibat menanggung subsidi untuk BBM adalah kebohongan. Karena Indonesia merupakan salah satu Negara yang menjadi pengekspor minyak mentah dunia. Kenaikan harga minyak mentah dunia seharusnya menjadi keuntungan atas pendapatan ekspor tersebut. Demikian juga pernyataan pemerintah bahwa yang menikmati subsidi BBM adalah orang kaya adalah kebohongan. "Tidak ada alasan lain bagi kita kaum buruh dan rakyat miskin tolak kenaikan BBM," papar Yosofati. Editor: PRAWIRA SETIABUDI (dat06/wol) WARTA KARTUN |




MEDAN - Berbagai elemen buruh rencana besok akan menggelar aksi unjuk rasa menyikapi kenaikan harga BBM yang dilakukan pemerintah. Salah satunya Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) 1992 yang selama ini selalu getol mengkritisi kebikjakan pemerintah yang kurang adil terhadap buruh.
Comments