|
||||
| PKS: Ada yang politisasi surat kami |
| Warta |
WASPADA ONLINE JAKARTA - Meski berkirim surat kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menolak disebut tak mendukung rencana pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM), April mendatang.Ketua Fraksi PKS Mustafa Kamal menegaskan, surat partainya ke Presiden SBY tidak ada sangkut paut dengan dukung atau tidak mendukung kebijakan tersebut. "Surat kami itu jangan dipolitisasi dan dibawa menjadi spekulasi yang tidak menentu. Kami tidak pernah memberikan pernyataan hitam putih soal dukung tidak mendukung seperti itu," kata Mustafa hari ini. "Apalagi mengaitkan dengan konsolidasi koalisi." Dia menambahkan, Presiden SBY sudah menegaskan bahwa koalisi adalah tempat diskursus, sehingga PKS pun memberikan sejumlah opsi mengenai rencana kenaikan harga BBM tersebut, sehingga postur APBN Perubahan 2012 bisa tetap baik. "Kami memberikan opsi ini dalam rangka diskursus, jadi mari berdebat yang sehat," katanya. Mustafa lantas memberi contoh mengenai wacana bantuan langsung tunai (BLT) yang juga dikritisi sejumlah partai, tapi isunya tidak pernah dilarikan ke ranah politisasi. Mustafa mengaku bingung mengapa lemparan BBM dari PKS justru berujung di ruang debat kubu-kubuan yang tidak jelas dan tidak sehat. Dia menilai, BBM merupakan persoalan lama yang kerap menjadi momok bagi pemerintahan, siapa pun presidennya. Dengan opsi yang ditawarkan, PKS berharap pemerintahan SBY tidak terjebak dengan masalah yang sama. "Sebenarnya opsi dari kami sudah berkembang di Komisi VII, tapi memang tidak berkembang," kata dia. Demokrat sebelumnya bereaksi keras atas surat PKS tersebut. Wakil Ketua Fraksi Partai Demokrat, Sutan Bhatoegana menimbang akan mengirim surat juga kepada Presiden SBY. Demokrat ingin SBY mempertimbangkan posisi PKS sebagai koalisi. "Mungkin Demokrat bikin surat juga ke Pak Presiden, bagaimana koalisi tidak sepaham sama kami, itu oposisi, itu tidak boleh dalam koalisi. Nggak mungkin pemerintah tidak menaikkan harga BBM," kata Sutan, Kamis 22 Maret 2012. "Daripada terpuruk, kami semua sepakat lebih baik harga BBM dinaikkan. Ini kebijakan terakhir yang harus dilakukan. Kalau ada pula yang menyerang seperti PKS, itu adalah oposisi tulen. Lebih bagus oposisi itu di luar koalisi," kata Sutan, Kamis 22 Maret 2012. (dat17/vivanews) |




JAKARTA - Meski berkirim surat kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menolak disebut tak mendukung rencana pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM), April mendatang.
Comments