|
Warta
|
|
WASPADA ONLINE
JAKARTA - Pernyataan Ketua DPR Marzuki Alie mengenai alasan melarang staf dan sekretaris anggota untuk mencegah pemerkosaan, menuai kecaman dari anggota DPR.
Salah satunya anggota dari Fraksi Partai Golkar yang juga mantan artis Nurul Arifin. Pernyataan Marzuki dinilai tidak pantas.
"Bagi saya statement seperti itu tidak layak diucapkan seorang Ketua DPR. Bahwa memakai rok mini akan membawa dampak negatif dan merangsang terjadinya tindakan pemerkosaan yang dilakukan anggota dewan," ujarnya di Kompleks Parlemen, hari ini.
Pelarangan itu, kata dia, hanya membuka borok sendiri. "Artinya pikiran tersebut merendahkan diri sendiri dan kelompoknya. DPR sebaiknya fokus pada tugasnya, hutang legislasi begitu banyak. Hal-hal printilan seperti ini hendaknya diserahkan kepada fraksi masing-masing," tukasnya.
Sebelumnya Marzuki Alie mengatakan kalau DPR tidak akan mengurusi perihal pemakaian rok mini yang dipakai oleh asisten atau sekretaris pribadi anggota dewan.
"Urusan rok mini urusan kesekjenan, DPR enggak ngurusin rok mini. Tapi kita tahu banyak sekali terjadinya perkosaan kasus asusila karena perempuannya tidak berpakain yang pantas, sehingga membuat hasrat laki-laki itu menjadi berubah. Itu yang harus dihindari," ungkap Marzuki kepada wartawan di gedung DPR RI.
Menurut politisi asal Demokrat tersebut, yang namanya laki-laki pasti tertarik dengan pakaian tidak pantas dan akhirnya berbuat sesuatu. "Negara kita negara Pancasila dan demokrasi, sehingga orang kita tidak mungkin melarang, tetapi saya mengimbau dengan banyaknya kejadian perkosaan, sebaiknya pakaian perempuan itu memenuhi kepantasan atau sesuai dengan budaya kita," jelasnya. (dat03/media/okezone)
|
Comments