|
||||
| Kebijakan belum berpijak pada hati nurani rakyat |
| Warta |
WASPADA ONLINE JAKARTA - Ketua Umum DPP Partai Hanura Wiranto mengaku tak tersinggung dengan tudingan yang dilontarkan Wasekjen Partai Demokrat Ramadhan Pohan kepadanya terkait kritikan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).Bahkan tudingan Ramadhan kepada Wiranto yang tidak mencegah terjadinya demo yang menentang pemerintah SBY, bukan sikap negarawan. Cara-cara Wiranto yang tidak demokratis dinilai tidak relevan dengan kenyataan sekarang ini. "Karena dalam mengkritisi pemerintah, saya tidak gegabah dan sangat hati-hati," kata Wiranto dalam rilisnya, kepada pers, hari ini. Wiranto mengatakan, kritikannya mengenai kenaikan BBM dan nasi aking disampaikan berdasarkan pengalaman yang pernah terjadi di tahun 2007 lalu. Pada saat itu tak berjarak 100 km dari Jakarta yakni di Banten masyarakatnya memakan nasi aking akibat kenaikan BBM. "Ketika itu saya ingin sampaikan pesan kepada pemerintah tentang kebijakan yang belum berpijak kepada rakyat kecil. Tahun 2008 pemerintah akan menaikkan harga BBM, saya menolak dan mengingatkan bahwa Presiden atau pemerintah telah berjanji tidak akan menaikkan harga BBM di tahun 2008, akan dicari solusi lain yang paling tepat untuk mengatasi kenaikan harga minyak dunia saat itu," papar Wiranto. Lebih lanjut, Wiranto menambahkan, pernyataannya mengkritik pemerintah saat ini hanya sekedar mengingatkan agar hal itu tidak terulang lagi. Sebab kebijakan itu dinilai tidak konsisten karena kebijakaan itu akan berdampak liar. "Sekarang pun saya ikut menolak rencana pemerintah menaikan harga BBM dengan konpensasi bantuan macam-macam kepada rakyat yang terkena dampak itu. Menurut saya pemerintah belum maksimal berusaha untuk mencari solusi lain," imbuhnya. Wiranto meyakini sebenarnya masih ada jalan lain yang dapat ditempuh untuk mengantisipasi kenaikan harga minyak dunia. Misalnya segera tuntaskan re-negoisasi penjualan Gas Tanggul kepada China yang semula hanya 3,25 US Dolar menuju harga pasar yang sudah mencapai 20,00 US Dolar. Kalau berhasil, maka Indonesia akan mendapat Rp. 30 triliun setara dengan menaikkan harga BBM sebesar Rp1.000 per liter. "Jadi coba buat kebijakan baru untuk melakukan jual beli minyak hasil tambang kita tanpa perantara, kalau itu dilakukan akan banyak uang kita diselamatkan untuk menambah APBN. Demikian pula lakukan penghematan untuk ongkos birokrasi yang terlalu berlebihan kalau benar-benar ingin meringankan penderitaan rakyat," harap Wiranto. Sementara itu mengenai aksi demo, Wiranto sebagai Ketua Umum Partai Hanura telah mengambil langkah-langkah yang dibenarkan oleh konstitusi. Buktinya belum ada kader Partai Hanura yang aktif berdemo dalam konteks politik. (dat18/inilah)
|




JAKARTA - Ketua Umum DPP Partai Hanura Wiranto mengaku tak tersinggung dengan tudingan yang dilontarkan Wasekjen Partai Demokrat Ramadhan Pohan kepadanya terkait kritikan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Comments