|
||||
| Mestro Jazz Indonesia Bubi Chen wafat |
| Ragam |
|
Berpulangnya maestro jazz Indonesia Bubi Chen, meninggalkan semangat sebagai musisi yang terus menunjukkan eksistensi kendati dalam beberapa tahun terakhir sudah harus menggunakan kursi roda. Bubi Chen meninggal dengan tenang di Semarang, Jawa Tengah, sekitar pukul 18.50 WIB. Meninggalnya musisi berusia 74 tahun yang dikenal sebagai mengibarkan aliran Jazz, bersama mendiang Jack Lesmana, tersebar dari akun Twitter Howie Chen, putra sulungnya. "Telah meninggal dunia dengan tenang ... My Loving Father ... BUBI CHEN pada hari Kamis tgl 16 February 2012, pukul 18.50 di Semarang ...," tulisnya di @howitwit. Howie pun menuliskan rasa terima kasihnya kepada para tim dokter yang telah merawat sang ayah. "Mohon maaf atas segala perkataan & perbuatan beliau semasa hidupnya .... Tuhan berkati kita semua ... Amien ...," lanjut Howie. Lahir di Surabaya, 9 Februari 1938, Bubi Chen sudah mengenyam kursus piano sejak usia lima tahun. Di usia 12 tahun, maestro Jazz Indonesia itu sudah mampu mengubah karya-karya Beethoven, Chopin hingga Mozart dengan sentuhan jazz. Seorang kritikus Jazz ternama AS Willis Conover, menjuluki Bubi Chen sebagai the Best Pianist of Asia pada tahun 1960. Saat itu Bubi Chen berusia 22 tahun dan bersama mendiang Jack Lesmana yang rekamannya bertajuk Bubi Chen with Strings disiarkan oleh Voice of America. Bubi Chen pada 1967 berkesempatan tampil di Berlin Jazz Festival bersama Indonesian All Stars. Kelompok yang sempat merekam album Djanger Bali yang kini menjadi koleksi yang paling dicari. Musisi Indra Lesmana yang juga putra mendiang Jack Lesmana, menyatakan bela sungkawa melalui jejaring sosial. "My heart is broken... We just lost the first and greatest Modern Jazz Pianist this Country ever had... Rest In Peace Oom Bubi Chen," tulis Indra. Jenazah musisi Jazz senior Bubi Chen rencananya akan disemayamkan di Rumah Duka Tiong Hoa Ie Wan Semarang, Kamis (16/2) malam. Petugas pelayanan duka Fransiska Lani mengatakan, jenazah almarhum akan disemayamkan di rumah duka itu sambil menanti kedatangan putra-putranya. "Besok akan dirundingkan dengan keluarga yang dari Surabaya," katanya. Ia menuturkan, Bubi Chen memiliki tiga putra dan satu putri yang masing-masing tinggal di Surabaya, China, dan Belanda. Ia menjelaskan, Bubi Chen meninggal sekitar pukul 19.05 WIB yang menurut dokter diduga akibat penyakit jantung. Menurut dia, tim dokter rumah sakit tersebut gagal menyelamatkan Bubi yang masuk ke rumah sakit sekitar pukul 18.30 WIB. "Sebelumnya, almarhum sempat pingsan di rumah dan segera dilarikan ke rumah sakit," katanya. Ia menuturkan, tim dokter sudah berupaya memberikan pertolongan. "Almarhum memang punya sejarah penyakit diabetes, namun selama ini sering kontrol kesehatan ke dokter," katanya. Bubi Chen telah tinggal selama lebih kurang dua tahun di Semarang untuk pengobatan. "Kami belum tahu, di mana almarhum akan dimakamkan. Kami masih menunggu putranya," katanya. (dat17/antara) |




Comments