|
WASPADA ONLINE
BANDA ACEH - Sedikitnya 740 personil Brimob "Nusantara "akan diterjunkan untuk pengamanan pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) gubernur-wakil gubernur dan 17 bupati-walikota dan para wakilnya di Aceh pada 9 April 2012.
"Namanya Brimob Nusantara, artinya tidak hanya dari Mabes Polri tapi juga dari Padang, Pekanbaru dan Medan atau yang terdekat diterjunkan untuk membantu pengamanan pilkada di Aceh," kata Kapolda Irjen (Pol) Iskandar Hasan di Banda Aceh, hari ini.
Disela-sela penyambutan kedatangan Penjabat gubernur Aceh Tarmizi A Karim di Banda Aceh, Kapolda juga menjelaskan masalah pengamanan pilkada itu Polri dan TNI jajaran Kodam Iskandar Muda telah menyatukan sikap siap mengamankan pesta politik dengan damai. Selain Brimob, Iskandar Hasan mengatakan pengamanan pilkada Aceh juga akan diperkuat personil Detasemen Khusus Anti Teror (Densus 88),tapi pengerahannya tidak dalam skala besar.
"Densus juga memang dilibatkan dalam pengamanan pilkada, namun tidak dalam skala besar tetapi berupa unit-unit kecil," kata dia menjelaskan.
Ia menjelaskan pengerahan personil tambahan untuk pengamanan Pilkada Aceh itu nantinya akan disebarkan ke sejumlah tempat, dengan harapan pemilihan umum gubernur- wakil gubernur dan pasangan bupati dan wali kota di daerah ini bisa berjalan aman, damai dan tertib.
Ketika ditanya pengamanan kegiatan deklarasi calon gubernur- wakil gubernur pasangan Zaini Abdullah/Muzakir Manaf yang diusung Partai Aceh, Kapolda menyatakan pihaknya telah menyiapkan personil untuk itu.
"Pengamanan deklarasi sudah kita persiapkan, termasuk jalur masuk ke Kota Banda Aceh dan lokasi kegiatan deklarasi pasangan itu," kata dia menjelaskan. Deklarasi calon gubernur- wakil gubernur Aceh pasangan Zaini Abdullah- Muzakir Manaf akan dihadiri ratusan ribu pendukung dari berbagai kabupaten dan kota di Aceh, dan dijadwalkan pada 12 Februari 2012.
Akan tetapi, Kapolda mengimbau tim sukses calon gubernur- wakil gubernur pasangan Zaini- Muzakir agar tidak perlu mendatangkan orang-orang terlalu banyak ke Kota Banda Aceh. "Deklarasi silahkan, tapi rasanya tidak perlu terlalu besar atau berbondong-bondang datang ke Kota Banda Aceh. Kita juga memikirkan keselamatan orang-orang dalam perjalanan, jangan gunakan mobil terbuka karena berisiko tinggi di jalan raya," kata Iskandar Hasan. Editor: PRAWIRA SETIABUDI (dat03/antara)
|
Comments