|
||||
| Kapolda: Pilkada Aceh harus aman |
| Warta |
|
WASPADA ONLINE
"Secara umum, situasi Aceh cukup kondusif untuk pelaksanaan Pilkada. Dan (kondisi) ini sudah saya laporkan ke pimpinan di Jakarta," katanya di Banda Aceh, tadi malam. Pilkada Aceh digelar 9 April 2012, dan digelar serentak antara pemilihan gubernur dan wakil gubernur dengan pemilihan 17 bupati/wali kota dari 23 kabupaten/kota di Provinsi Aceh. Menurut Kapolda, pihaknya sudah memetakan daerah-daerah yang dianggap rawan gangguan keamanan menjelang dan sesudah Pilkada berlangsung.Namun, kata Iskandar Hasan, dirinya tidak bisa menyampaikan peta daerah rawan tersebut kepada masyarakat karena terkait dengan pola dan strategi pengamanan Pilkada Aceh. "Kami tidak perlu menyampaikannya karena ini merupakan strategi kami, TNI dan Polri, dalam mengaman Pilkada Aceh. Tapi, yakinlah kami siap mengamankan pesta demokrasi tersebut," katanya. Ia mengatakan, masa rawan gangguan keamanan Pilkada adalah saat kampanye berlangsung. Berdasarkan jadwal yang diterima dari Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh, kampanye digelar pekan ketiga Maret 2012. "Di saat masa kampanye inilah persoalan politis yang berkaitan dengan keamanan perlu diantisipasi, sehingga tidak mengganggu aktivitas masyarakat," kata jenderal berbintang dua tersebut. Sementara itu, tim sukses calon gubernur independen, Irwandi Yusuf mengaku kerap menerima teror. "Kami banyak menerima teror, baik melalui SMS maupun ada yang mendatangi kantor tim sukses," kata Ligadinsyah, jurubicara Seuramoe, tim sukses Irwandi-Muhyan. Seperti, kata dia, beberapa waktu lalu ada sejumlah orang mendatangi Kantor Pusat Seuramoe di Banda Aceh. Mereka mengancam akan membakar kantor, jika kandidatnya kalah bersaing dalam Pilkada Aceh. Namun, Ligadinsyah tidak menyebutkan siapa pelakunya. Ia juga tidak menyebutkan kandidat yang disebutkan si peneror tersebut. Kendati begitu, pihaknya tidak mengkhawatirkan ancaman tersebut. "Kami tidak pernah takut dengan teror-teror tersebut. Kecuali teror via SMS, kami hanya melaporkan ancaman dalam bentuk lain, seperti penggranatan kantor tim sukses maupun intimidasi fisik ke pihak berwajib," ungkap dia. Menanggapi hal tersebut, Kapolda Aceh menghimbau pendukung maupun simpatisan kontestan pilkada tidak mengganggu keamanan. "Kalau ini terjadi, kepolisian akan menindak tegas sesuai hokum yang berlaku. Kami tidak segan-segan menindak siapa pun pelakunya. Sekali lagi kami ingatkan pendukung dan simpatisan kontestan agar tidak anarkis," tegas Kapolda. Kapolda Aceh juga mengimbau masyarakat ikut terlibat aktif bersama TNI dan Polri menjaga keamanan di provinsi berpenduduk 4,9 juta jiwa itu agar Pilkada berlangsung dengan baik. "Saya mengajak masyarakat jangan mudah terprovokasi agar pilkada ini berjalan sukses dan damai. Masyarakat juga diharapkan menggunakan hak pilih sesuai hati nurani," demikian Kapolda Aceh. (dat03/wol/antara) |





Comments