|
Warta
|
|
WASPADA ONLINE
JAKARTA - Ketua Departemen Komunikasi dan Informasi Partai Demokrat Ruhut Sitompul kembali jadi sorotan publik. Entah kenapa, Ruhut sebagai salah satu tim sukses pemenangan Anas Urbaningrum sebagai Ketua Umum Partai Demokrat meminta agar Anas mundur dari jabatannya.
Beredar isu bahwa motif permintaan politisi kawakan itu karena merasa kecewa terhadap Anas yang tidak memberikan pembelaan terhadap dirinya pasca permasalahan Ruhut yang hampir di PAW (Pergantian Antar Waktu) oleh partai. Namun demikian, politikus yang dikenal sebagai pendukung setia Anas Urbaningrum itu menepis tudingan tersebut. Ruhut menyatakan, dirinya tidak membutuhkan perlindungan dari partai binaan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu.
"Aku tidak perlu ada yang bela. Aku bisa mengatasi persoalan sendiri," tegas Ruhut tadi malam.
Ruhut secara tegas menyatakan, permintaan agar Anas mundur dari kursi ketua umum dalam rangka penyelamatan partai berlambang segitiga mercy itu. Menurutnya, Partai Demokrat harus segera diselamatkan dari tudingan terkait kasus suap wisma atlet SEA Games, di Palembang. "Karena aku sayang dengan partai Demokrat. Saya tidak mau ada orang yang korupsi masuk dalam partai ini," kata Ruhut.
Dijelaskannya, kesaksian terdakwa kasus suap pembangunan wisma atlet SEA Games, M Nazaruddin serta beberapa saksi kunci dalam kasus tersebut sudah cukup bukti untuk menyeret Anas. Oleh sebab itu, ia meminta agar Anas angkat suara jika memang tidak terlibat dalam kasus suap di Kementerian PEmuda dan Olahraga itu. "Sudah tiga saksi yang bicara artinya itu sudah menjadi alat bukti. Jika benar tidak terbukti, ya buktikan dong, jangan hanya diam saja," jelasnya. (dat03/inilah)
|
Comments