|
WASPADA ONLINE
JAKARTA - Praktik-praktik tidak sehat dalam penggunaan anggaran negara, seperti perjalanan dinas "semu" yang dilakukan oleh pejabat kementerian/lembaga (K/L) masih terjadi.
Praktik tersebut umumnya dilakukan pada akhir tahun anggaran berjalan. Hal tersebut terungkap dari hasil temuan dan audit yang dilakukan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI.
Anggota BPK RI, Taufiequrahman Ruki mengatakan, dalam proses perencanaan dan penganggaran yang dilakukan oleh kementerian/lembaga, belum disesuaikan dengan kebutuhan riil kementerian/lembaga. Hal tersebut tergambar melalui temuan perjalanan dinas semu.
"Kami melihat anggaran perjalanan dinas pada November dan Desember seolah-oleh seluruh pegawai kementerian/lembaga pergi ke mana-mana, keluar surat perintah perjalanan dinas ke mana-mana, karena mereka mengkhawatirkan adanya sisa anggaran perjalanan. Artinya, rencana program perjalanan belum disusun dengan baik,” ungkap Taufiequrachman seperti dikutip dari website resmi BPK RI di Jakarta, hari ini.
Dia menjelaskan, prosedur belanja barang dan belanja modal relatif rumit, sehingga memerlukan waktu untuk melaksanakannya. Sikap kehati-hatian pejabat pembuat komitmen (PPK) dalam melaksanakan pengadaan barang dan jasa agar terhindar dalam permasalahan hukum membuat realisasi belanja menumpuk di akhir tahun. Kondisi ini juga menunjukkan pemantauan dan evaluasi atas realisasi belanja K/L belum maksimal.
Anggota BPK lainnya Sapto Amal Damandari juga menyampaikan hal yang sama. Salah satu faktor penyebab menumpuknya belanja negara di akhir tahun lantaran lemahnya sisi perencanaan anggaran, mekanisme anggaran yang kurang fleksibel, serta manajemen kas masih sangat tradisional. Implementasi pengadaan barang dan jasa yang sulit termasuk prosedur, kriteria, tata cara, serta jangka waktunya dan kelemahan pengendalian berupa pemantauan secara berkelanjutan tidak dilaksanakan secara rutin dan tegas.
"Untuk itu, pemerintah masih harus tetap menyempurnakan mekanisme anggaran, menetapkan dan mensinkronisasi aturan-aturan pengelolaan kas serta mengefektifkannya, melakukan perbaikan pengelolaan anggaran," kata Sapto. (dat03/okezone)
|
Comments