Wednesday, 25 January 2012 11:12    PDF Print E-mail
Pilkada Sumut 2013 'ajang bagi-bagi kue'
Warta
TEGUH YUDI TRI PRASETYO
WASPADA ONLINE


MEDAN - Pemilihan Gubernur Sumatera Utara (Pilkada atau Pilgub Sumut) 2013 adalah pesta demokrasi yang juga di harapkan oleh masyarakat sebagai ajang 'bagi-bagi kue' antara masyarakat dengan calon yang akan maju menjadi gubernur. Dimana dalam pesta demokrasi tersebut para calon yang akan maju akan menyiapkan sejumlah amunisi untuk menarik simpati masyarakat. Dan masyarakat juga punya posisi tawar yang cukup startegis untuk mensukseskan langkah calon menjadi pemimpin di Sumut.

Hal ini diungkapkan oleh analis politik dari Universitas Sumatera Utara, Dadang Darmawan. Dirinya menambahkan bahwa hal ini terjadi karena politik liberal yang menjadikan politik sebagai praktik jual-beli. Termasuk jual-beli suara yang akan terjadi anatara calon dan masyarakat. Pragmatisme yang terjadi dimasyarakat juga tidak terlepas dari sikap politisi yang menanamkan kepada masyarakat sikap-sikap menyimpang. ”Tensi masyarakat dalam berpolitik masih mengandalkan hubungan materi,” jelasnya hari ini.

Menurutnya ada beberapa faktor yang menyebabkan masyarakat pargmatis dalam berpolitik. Yang pertama yaitu, pendidikan berpolitik di masyarakat tidak berjalan dengan benar. Yang kedua, masyarakat sebenarnya tidak dapat berharap benyak kepada poltisi. Karena politisi setelah duduk di legislatif dan menjadi seorang pemimpin tidak dapat berbuat untuk masyarakat. Dan yang ketiga, perilaku yang perlihatkan oleh politisi kepada masyarakat adalah perilaku yang menyimpang. Dan bagi masyarakat mereka hanya dimanfaatkan untuk memperoleh suara semata.

Dan faktor-faktor ini lah yang menyebabkan praktik “money politic” tetap berjalan. Jadi, sebelum faktor-faktor tersebut belum berubah, dimana masyarakat harus mendapatkan pendidikan politik yang benar, politisi harus berbuat dan lebih memihak kepada kepentingan rakyat setelah menjadi legislatif atau seorang pemimpin, dan perilaku menyimpang politisi dapat di hilangkan barulah demokrasi yang ideal yang terbebas dari money politics dan liberalisasi politik dapat terwujud.

Selanjutnya dirinya juga berpendapat bahwa sikap pragmatis yang di tunjukkan masyakat terhadap politisi adalah karena nilai-nilai kesejatian sebagai seorang pemimpin yang di perlihatkan kepada masyarakat tidak ada. ”Pragmatisme yang di perlihatkan masyarakat disebabkan oleh nilai-nilai kesejatian pemimpin politisi tidak ada,” jelasnya.

Soal parpol yang lebih siap dalam mengusung calonnya ke pentas Pilgub Sumut 2013, dirinya mengatakan partai besar masih menjadi partai yang paling potensial untuk mensuksekan calon yang akan di usung. Karena partai besar lebih berpengalaman dalam pertarungan Pemilukada. Namun partai besar juga akan  melihat figur dan sumberdaya (pendaan) dari calon yang akan di usung dan memakai partai besar sebagai perahu politiknya.

Dirinya melanjutkan bahwa peluang dari beberapa calon untuk memakai jalur independen dalam Pilgub Sumut 2013 mendatang masih belum terlihat. Karena asumsi dimasyarakat kita masih memandang bahwa calon yang memilih untuk memakai jalur indepnden adalah karena ketidak mampuan mereka untuk menggandeng perahu politik dan terindikasi kekurangan secara finansial.

Editor: ANGGRAINI LUBIS
(dat15/wol)

Comments

B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Name *
URL
Code   
ChronoComments by chronoengine.com
Submit Comment