|
||||
| Sumut buka 1.200 hektare lahan padi baru |
| Warta |
|
WASPADA ONLINE MEDAN – Sumatera Utara akan membuka seluas 1.200 hektare lahan padi baru untuk bisa mencapai target produksi yang dibebankan Pemerintah Pusat tahun ini sebanyak 4,207 juta ton gabah kering panen. “Pembukaan lahan baru diutamakan ke daerah pantai barat seperti Nias dan Nias Selatan, karena kawasan pantai timur, lahan untuk pencetakan sawah atau ladang padinya sudah sangat terbatas, “kata Kepala Dinas Pertanian Sumut, M.Room.S, di Medan, hari ini. Hal tersebut dikatakannya, usai Rapat Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Sumut membicarakan langkah strategis untuk menekan inflasi di daerah itu dimana salah satu komoditas yang sering memicu inflasi adalah kenaikan harga beras. Dia mengakui, sebenarnya ada potensi untuk pembukaan lahan baru hingga 40.000 hektare, tetapi tentunya harus diikuti dengan kemampuan pemerintah membantu pengadaan bantuan benih dan lainnya. “Untuk bisa mencapai target produksi padi yang cukup besar itu ditengah rencana perluasan hanya sekitar 1.200 hektare, Dinas Pertanian berupaya meningkatkan produktivitas panen yang lebih tinggi dari 47,74 kwintal per hektare di tahun 2011,” katanya. Menurut dia, penambahan luas areal tanaman padi dan peningkatan produktivitasi untuk meningkatkan produksi padi memang sudah seharusnya mengingat Sumut masih diandalkan sebagai salah satu lumbung beras nasional. Tahun 2011, produksi padi Sumut ditargetkan sebanyak 3,659 juta ton GKP, sementara hingga angka ramalan (aram) III, produksi masih 3,610 juta ton GKP. “Mudah-muadahan atap (angka tetap) 2011 nanti bisa mencapai bahkan melebih target karena pada tahun lalau meski cuaca ekstrem, produksi padi Sumut tidak terlalu banyak terganggu,” katanya. Produksi padi Sumut pada aram III itu sendiri sudah lumayan bagus karena naik dari atap 2010 yang masih 3.529.899 ton. “Selain meningkatkan luas areal padi dan peningkatan produktivitas, Dinas Pertanian melakukan gerak cepat penanganan gangguan panen seperti hama dan lainnya agar target produksi 2012 yang diakui cukup besar itu bisa tercapai,” ujarnya. Pemerintah Sumut juga akan meningkatkan atau memperbaiki irigasi yang rusak. Ketua Tim Ahli TIPD Sumut, Nasser Atorf, mengatakan, produksi dan pengadaan beras yang memadai di Sumut memang sangat diharapkan mengingat komoditas itu menjadi salah satu komoditas yang sering sekali sebagai pemicu inflasi di daerah itu. “Kalau beras mencukupi kebutuhan dan bahkan banyak beredar, tentu harga jual bisa dikendalikan,” katanya. Nasser juga mengakui, kelancaran transportasi juga perlu ditingkatkan karena ketidaklancaran juga menjadi salah satu faktor bisa naiknya harga berbagai barang. Editor: PRAWIRA SETIABUDI (antara)
|




Comments