Sunday, 15 January 2012 22:14    PDF Print E-mail
Banyak penyakit yang harus diwaspadai
Warta
WASPADA ONLINE

JAKARTA - Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor meminta semua puskesmas yang ada untuk siaga chikungunya dan demam berdarah pada musim penghujan seperti ini.

Pasalnya, kondisi seperti sekarang ini sangat berpotensi menimbulkan wabah deman berdarah dan chikungunya. Terbukti dengan kasus penyakit chikungunya yang kini tengah menyerang warga Leuwiliang.

join_facebookjoin_twitter

Kepala Bidang Pencegahan Pemberantasan Penyakit dan Kesehatan Lingkungan (BP3KL) Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor Eulis Wulantari mengatakan seluruh puskesmas yang ada di 40 kecamatan sudah diperintahkan untuk siaga dan mengantisipasi serangan penyakit pada musim penghujan. "Kita sudah mengirimkan surat edaran kepada setiap puskesmas untuk siaga dan mengantisipasi penyakit yang ditimbul saat musim penghujan ini," katanya, kemarin.

Menurut Eulis, musim penghujan ini adalah saat nyamuk berkembangbiak sehingga membuat populasinya sangat tinggi. Penyebaran penyakit yang disebabkan oleh gigitan nyamuk termasuk penyakit yang bisa menjadi wabah. "Ada sejumlah penyakit yang perlu diwaspadai, di antaranya penyakit yang diakibatkan oleh virus sejenis influenza dan diare, penyakit akibat bakteri dan parasit seperti disentri dan cacingan, penyakit akibat jamur, penyakit tidak menular, dan penyakit demam berdarah serta chikungunya," paparnya.

Antisipasi ini perlu dilakukan mengingat Dinkes sendiri sudah mengumumkan ada 10 kecamatan yang ada di Kabupaten Bogor ini dinyatakan endemis chikungunya, yang merupakan penyakit yang menyebar lewat nyamuk.

Kesepuluh kecamatan tersebut, adalah Leuwiliang, Kemang, Ciampea, Tenjolaya, Bojong Gede, Dramaga, Ciomas, Cibinong, Citeureup, dan Jasinga. Data 2011 menyebutkan di Kabupaten Bogor terjadi 112 kasus chikungunya, dimana Leuwiliang menduduki posisi teratas dengan 89 kasus.

Penyebaran chikungunya di Kabupaten Bogor bila dilihat dari peta memang sporadis. Penyebabnya bisa Aedes Albopictus dan Aedes Aegypti. Namun, paling banyak Aedes Albopictus yang banyak bersarang di pohon. "Saat ini pun sudah terjadi wabah chikungunya yang menyerang wilayah Leuwiliang tepatnya di Kampung Banyusari, Desa Leuwimekar. Pekan lalu 15 warga terserang penyakit chikungunya. Namun puskesmas setempat sudah melakukan perawatan terhadap warga, sehingga sebagian sudah dinyatakan sembuh," jelas Eulis.
(dat15/inilah)

 

 

WARTA KARTUN

Comments

B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Name *
URL
Code   
ChronoComments by chronoengine.com
Submit Comment