Wednesday, 28 December 2011 17:44    PDF Print E-mail
Nikmatnya nugget jamur ala mahasiswa
Warta
DWI MAHLIZA ULFA

Dunia bisnis kini juga mulai diminati mahasiswa. Sejumlah mahasiswa Universitas Sumatera Utara yang tergabung di Komunitas Waklabu kota Medan adalah salah satu diantaranya. Sejak Juli 2011, komunitas diskusi dan kegiatan sosial ini memulai usaha budidaya jamur tiram.

“Jamur tiram kami pilih karena proses budidayanya yang tidak begitu sulit, tidak memerlukan lahan yang luas, serta teknologi yang digunakan cukup sederhana,”ujar Muhammad Iqbal Damanik, anggota Komunitas Waklabu.

Iqbal mengaku bahwa ide usaha jamur ini awalnya hanya berupa wacana saat diskusi. Namun ternyata ide ini  mendapat sambutan yang baik dari Dra. Rosmeri Sabri, MA , fasilitator Waklabu yang juga merupakan dosen FISIP USU. Rosmeri bersedia menjadi investor bagi usaha jamur ini sekaligus mengawasi proses kerjanya.

Dengan modal yang diperoleh, Komunitas Waklabu ini mendirikan kumbung jamur di atas lahan seluas 1 ha, membuat mesin boiler, membeli bibit, baglog, serbuk kayu, dedak, dan  kapur. Bibit jamur tiram yang mereka gunakan dibeli dari kota Yogyakarta. Mereka mengatakan selain harga bibit yang lebih murah, kualitas bibit dari Yogyakarta lebih baik bila dibandingkan dengan bibit jamur dari Medan.

Sekarang ini untuk sekali produksi saja, mereka sudah mampu membuat 1000 bag log dan memanen 3 kg jamur tiram per harinya selama kurang lebih 4 bulan lamanya. Target ke depan mereka akan membuat 4000 baglog dan memanen 12 kg jamur per harinya.

Melihat maraknya budidaya dan bisnis jamur tiram yang cukup kompetitif di kawasan kota Medan, Waklabu menyikapinya dengan alternatif lain. “Sebenarnya budidaya jamur Tiram sudah cukup dikenal di Medan. Untuk itu fokus kami bukan hanya jamur segar, tapi juga memproduksi olahan jamur,” ungkap Iqbal, saat ditemui di basecamp Waklabu Jalan Labu No. Medan.

Jenis olahan jamur yang berhasil dikreasikan adalah nugget, bakso, dan burger jamur. Jika sebelumnya kita ketahui bahwa panganan instan tersebut kurang baik untuk kesehatan, lain halnya dengan kreasi Waklabu ini. Bahan-bahan makanan tersebut dikombinasikan dengan tanaman jamur yang berhasiat untuk menurunkan kolesterol sehingga nugget, bakso ataupun burger yang dikonsumsi sangat bermanfaat bagi pengkonsumsi terutama bagi orang-orang yang ingin menurunkan kadar kolesterol yang ada dalam tubuhnya.

Selain cocok untuk pecinta makanan cepat saji, olahan jamur ini juga bisa dinikmati oleh mereka yang mengidap kolesterol tinggi. Hal tersebut dikarenakan adanya Plovastin pada jamur tiram yang baik untuk menghambat metabolisme kolesterol dalam tubuh.

Bagi vegetarian, penganan jamur juga dijadikan sebagai alternatif makanan pengganti daging. Kekenyalan serta rasanya tidak jauh berbeda dengan daging ayam. Ditambah lagi jamur tidak memiliki aroma yang menyengat. Tidak heran jika olahan jamur ngetop di kalangan konsumen ini.

Iqbal, yang merupakan mahasiswa Ilmu Komunikasi USU ini, juga menambahkan bahwa mereka kini tengah berusaha membentuk brand dan memasarkan olahan jamur tiram ke luar kota. Selain penjualan langsung, komunitas Waklabu juga menerima pesanan secara online melalui facebook dan jejaring sosial lainnya. Selain itu , keuntungan bisnis jamur tiram sebesar 10% nantinya akan dialokasikan untuk kegiatan Waklabu.

Comments

B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Name *
URL
Code   
ChronoComments by chronoengine.com
Submit Comment