Tuesday, 20 December 2011 19:23    PDF Print E-mail
DPR: Ada kejanggalan dalam tragedi Mesuji
Warta
WASPADA ONLINE

JAKARTA - Anggota komisi III DPR Bambang Soesatyo merasakan ada kejanggalan dalam tragedi Mesuji, jika baru sekarang menimbulkan kehebohan padahal peristiwanya sudah terjadi sejak April 2011 lalu.

"Tragedi Mesuji terasa janggal karena tidak menimbulkan heboh setelah terjadinya peristiwa, baru heboh setelah warga dan keluarga korban bersusah payah mencari akses di Jakarta mengadukan nasibnya ke Komisi III DPR," kata Bambang Soesatyo di Jakarta, Selasa.

Karena itu, Bambang mendesak Menko Polhukam agar mempertanyakan sejumlah kejanggalan proses penanganan tragedi Mesuji kepada pejabat daerah dan pihak terkait di Jakarta.

"Kalau betul terjadi pelanggaran HAM berat di Mesuji pada April dan November 2011, mengapa Jakarta (Pemerintah Pusat) harus dibuat terkejut beberapa bulan kemudian," kata Bambang.

Lebih lanjut Bambang menjelaskan kemungkinan ada tiga hal kenapa peristiwa Mesuji tersebut tidak menimbulkan kehebohan pada saat peristiwa itu terjadi.

Pertama, skala kasusnya memang tidak sedramatis yang dilaporkan kepada Komisi III DPR. Kedua, adanya upaya menyederhanakan kasus. Dan ketiga upaya menutup-nutupi tragedi ini.

Jika diasumsikan benar telah terjadi tragedi kemanusiaan atau pelanggaran HAM berat di Mesuji pada pekan kedua November 2011 tambah Bambang, maka kalau tragedi itu baru menjadi cerita yang menghebohkan di Jakarta pada pertengahan Desember 2011, itu adalah rentang waktu sangat panjang untuk mengungkap sebuah tragedi kemanusiaan.

"Jelas tidak wajar. Maka, dalam konflik berdarah sengketa tanah 928 hektar di Mesuji, patut diduga ada pihak yang berusaha menutup-nutupi tragedi ini," kata Bambang.

Apalagi, tambahnya warga setempat mengaku selalui dihantui rasa takut untuk melapor karena mendapat ancaman.

Sebagai mana penjelasan Mayjen.Pur.TNI-AD Saurip Kadi yang mendampingi warga dan keluarga korban di Komisi III DPR, Kepala korban yang diatas truk panggilannya Kalong dan Macan, cucu Haji Jalang.

Tempat penggantungan juga sudah ditemukan Tim advokasi yang dipimpin Bob Hasan dan Ketua suku setempat Mauli.
(dat16/antara)

Comments

B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Name *
URL
Code   
ChronoComments by chronoengine.com
Submit Comment