Monday, 19 December 2011 17:03    PDF Print E-mail
Seratusan guru tolak guru kontrak luar Aceh
Warta
WASPADA ONLINE

BANDA ACEH - Seratusan guru yang tergabung dalam sejumlah organisasi guru menolak kehadiran guru kontrak luar Aceh yang ditempatkan di daerah-daerah terpencil di provinsi itu.

Penolakan tersebut disampaikan dalam unjuk rasa di Gedung DPRA di Banda Aceh, Senin. Dalam aksi tersebut, massa pengunjuk rasa dari Koalisi Barisan Guru Bersatu (Kobar-GB) Aceh. Kemudian, massa dari Gerakan Angkatan Muda Guru Bersatu (GAM-GB) Aceh, Asosiasi Guru Nanggroe Aceh Darussalam (ASGU-NAD), dan IGSA Aceh.

Dalam aksi tersebut, massa guru mengusung spanduk bertuliskan "Tolak guru kontrak luar Aceh. Segera kembalikan mereka ke daerah asal. Jangan ciptakan konflik baru di Aceh. Presidium KoBAR-GB Aceh Sayuthi Aulia dalam pernyataan sikapnya menyatakan pemerintah pusat menempatkan 455 guru kontrak dari luar Aceh di sejumlah sekolah terpencil di tiga kabupaten di Aceh.

"Tindakan ini telah mencederai semangat guru kontrak, guru honor dan guru bakti di Aceh yang telah lama mengabdi dengan penghasilan yang jauh dari harapan," katanya. Sementara, kata dia, guru kontrak luar Aceh tersebut dibayar Rp2,9 juta per bulan. Setelah kontrak mereka berakhir, guru luar Aceh tersebut diangkat sebagai pegawai negeri sipil.

Ia mengatakan, guru kontrak tersebut direkrut pemerintah bekerja sama dengan Universitas Semarang, Jawa Tengah. Sebanyak 109 guru yang direkrut tersebut ditugaskan di Kabupaten Aceh Besar.

Kemudian, lanjut dia, 346 guru kontrak direkrut di Universitas Medan, Sumatra Utara. Sebanyak 246 guru di antaranya disebar di Kabupaten Simeuleu dan 100 orang lainnya ditempatkan di Kabupaten Aceh Barat.

"Seharusnya, kalau pemerintah pusat ingin merekrut guru kontrak, mereka bisa menyeleksinya di Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh. Tidak di Semarang maupun Medan," tukas dia.

Oleh karena itu, Sayuthi mendesak Pemerintah Aceh dan pemerintah kabupaten/kota di Aceh segera memulangkan ratusan guru kontrak luar daerah tersebut.  "Penempatan guru luar Aceh ini telah menghilangkan kesempatan bagi guru-guru bakti yang selama ini telah mengabdi bertahun-tahun di daerah ini," kata dia.

Anggota DPRA Sidik Fahmi yang menjumpai pengunjuk rasa berjanji akan menindaklanjuti aspirasi para guru tersebut serta mempertanyakan sikap pemerintah kabupaten terhadap penempatan guru dari luar daerah. Usai mendengarkan pernyataan anggota dewan tersebut, massa pengunjuk rasa membubarkan gedung DPRA dengan tertib dengan pengawalan ketat puluhan personel Polresta Banda Aceh.

Editor: PRAWIRA SETIABUDI
(dat06/antara)

Comments

B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Name *
URL
Code   
ChronoComments by chronoengine.com
Submit Comment