Monday, 19 December 2011 11:21    PDF Print E-mail
Guru terpencil Aceh belum peroleh insentif khusus
Warta
WASPADA ONLINE

BANDA ACEH-Sebanyak 100 lebih guru yang mengajar di daerah terpencil di Kabupaten Aceh Selatan Provinsi Aceh belum menerima insentif khusus yang disalurkan Dinas Pendidikan.

"Dari 140 lebih guru yang mengajar di sekolah terpencil hanya 34 orang saja yang tertera namanya di dalam surat keputusan (SK) sebagai penerima insentif khusus," kata Ali Hanafiah di Tapaktuan.  Tenaga pengajar SD Negeri Koto Indarung Kecamatan Kluet Tengah yang tidak menerima bantuan kesejahteraan dari dana APBN itu juga mengatakan insentif khusus yang disalurkan tahun ini sebesar gaji pokok.

"Pada tahun lalu tunjangan yang disalurkan sebesar Rp1.350.000/bulan yang serahkan dalam dua tahap. Pada tahun lalu juga banyak dari kami yang benar-benar mengajar di sekolah terpencil tidak memperoleh bantuan itu, termasuk saya," katanya.

Ali Hanafiah sejak 1979 telah menjadi guru dan mengajar di SDN Kuta Gara  Kabupaten Aceh Singkil, Sekolah terpencil itu dulu masih berada di dalam wilayah Kabupaten Aceh Selatan sebelum pemekaran.

Pada 1983, ia dipindahkan ke SDN Alue Keujreun yang merupakan salah satu daerah di pedalaman Kemukiman Manggamat Kecamatan Kluet Tengah Kabupaten Aceh Selatan, untuk menuju ke daerah terpencil harus menggunakan perahu bermesin (robin) mengarungi sungai Lawe Melang dengan waktu tempuh hingga tiga jam.

Sejak 1992, bapak yang dikarunia tiga putra itu dipindahkan lagi ke SD Negeri Koto Indarung yang juga daerah terpencil di Kecamatan Kluet Tengah, bahkan sempat dinota dinaskan ke SD Negeri Sarah Baru selama tiga tahun lebih.

SDN Sarah Baru merupakan daerah pedalaman di kawasan Gunung Leuser yang berbatasan dengan Kabupaten Aceh Tenggara, Sarah Baru merupakan salah satu dusun di Desa Alue Keujreun Kecamatan Kluet Tengah.

"Sejak diangkat menjadi tenaga pengajar hingga hari ini saya masih mengajar di sekolah terpencil dan tidak pernah menerima bantuan apapun," katanya. Ia menilai Dinas pendidikan pilih kasih dalam memberikan perhatian kepada guru terpencil dan meminta pihak terkait untuk melakukan kajian ulang agar bantuan itu tepat sasaran.

"Jika saya dinilai tidak berhak tidak menjadi persoalan namun masih banyak rekan-rekan lain yang berhak mendapatkan dana peningkatan kesejahteraan itu," kata Ali Hanafiah.

Editor: PRAWIRA SETIABUDI
(dat15/antara)

Comments

B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Name *
URL
Code   
ChronoComments by chronoengine.com
Submit Comment