Friday, 09 December 2011 23:15    PDF Print E-mail
Transmedan akan dibahas ulang
Warta
WASPADA ONLINE

MEDAN– Pengadaan angkutan massal bus Transmedan yang direncanakan akan beroperasi tahun depan ternyata masih harus diproses ulang karena pergantian Menhub dari Freddy Numberi ke Evert Ernest Mangindaan.

“Rencana itu masih harus kita bicarakan ulang.Karena Menhubnya sudah berganti, tapi kita tetap akan upayakan maksimal dan bus massal Transmedan akan tetap kita realisasikan, ”kata Walikota Medan, Rahudman Harahap,disela-sela silaturahmi Kapolda Sumut, Pangdam I Bukit Barisan,Walikota Medan dengan Tokoh Lintas Agama di Grand Aston,kemarin. Rahudman menyebutkan, ketika Menhub dijabat Freddy Numberi,Medan mendapatkan alokasi 48 unit bus Transmedan.

Namun,ketika Menhub berganti, hal ini dibicarakan ulang. Begitu pun, Rahudman tetap yakin bus Transmedan akan tetap direalisasikan tahun depan.“Apapun yang terbaik tetap akan kita lakukan,” terang Rahudman. Disinggung soal penolakan Organisasi Angkutan Darat (Organda) Medan terhadap pengoperasian bus Transmedan, Rahudman mengatakan, hal itu akan teratasi. “Awal-awalnya semuanya ditolak, tapi tergantung komunikasi, pasti semua bisa menerima,” sebut Rahudman.

Apalagi, kata Rahudman, pengadaan bus Transmedan ini bertujuan untuk mengurangi kemacetan di Medan dan mendukung penataan kembali lalu lintas di Kota Medan. “Hal ini kita lakukan untuk membuatyangterbaik.Samadengan becak kita larang memasuki jalan protokol,tapi masih ada juga yang melanggar.Mereka kita tata karena ini kota metropolitan, kalaumaumasukjalanprotokol harus menjadi becak wisata,” papar Rahudman.

Sebelumnya,Dishub Medan sudah menyosialisasikan angkutan massa Transmedan yang akan beroperasi tahun depan. Saat ini mereka menunggu pengiriman bus dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Kepala Bidang Teknis Sarana dan Prasarana Dishub Medan Iswar mengatakan, studi kelayakan dengan anggaran Rp300 juta sudah dilakukan pada 2010.Setelah pengkajian, pihaknya tinggal melakukan persiapan penyediaan sarana dan prasarana.

“Sarana dan prasarana yang disediakan terutama koridor sebagai tempat menaikkan dan menurunkan penumpang. Seluruhnya akan disiapkan sambil menunggu pengiriman bus dari Jakarta,” katanya pada acara Sosialisasi Angkutan Massal Kota Medan (Trans Me- dan) di Hotel Madani,kemarin. Menurut dia, kota ini membutuhkan angkutan massal karena tingkat kemacetan di Medan diperkirakan semakin parah.

Keberadaan angkutan massal ini diharapkan bisa mengurangi kemacetan hingga 40%. “Kemacetan lalu lintas di Medan diperkirakan semakin parah karena terus bertambahnya jumlah kendaraan di kota ini,karena itu dibutuhkan satu angkutan massal menyerupai Transjakarta,”ucapnya. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut, penduduk kota Medan tercatat sebanyak 2.121.953 jiwa.

Namun pada waktu-waktu tertentu, penduduk Medan bertambah ratusan ribu jiwa yang disebut komuter. Pada tahun lalu,total komuter mencapai 742.280 jiwa.Pada siang hari 476. 210 jiwa masuk ke Medan dan 329.244 jiwa keluar dari kota ini. Sebagian besar komuter menggunakan alat transportasi umum sebagai angkutan masuk dan keluar Medan.

Berdasarkan rencana, Transmedan ini akan berjalan bersamaan dengan kendaraan lain,baik pribadi maupun angkutan kota (angkot) di jalan umum.Tidak ada jalur khusus yang dibuat. Operasionalnya juga diupayakan tepat waktu sehingga penumpang memiliki kepastian jadwal. Langkah selanjutnya yang akan dilakukan adalah membentuk badan pengelola bekerja sama dengan investor.

Direncanakan pembentukan sebuah konsorsium. “Jadi sambil Pemko menyiapkan sarana dan prasarana, kami mengajak pengusaha angkutan untuk bekerja sama dalam hal pengadaan bus atau lainnya,sehingga semuanya bisa berjalan bersama,tidak merasa ada yang tersaingi,” ujarnya. Menanggapi rencana ini, Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Medan Mont Gomery Munthe menolak rencana ini.

Dia menilai rencana Pemko ini justru menimbulkan masalah baru karena akan menyebabkan pengangguran. “Total ada 12.000 angkot yang tergabung dalam Organda dengan jumlah sopir mencapai 24.000 orang. Kalau rencana Pemko tersebut direalisasikan, maka seluruhnya terancam tidak memiliki penghasilan lagi,”katanya.

Kebijakan tersebut, lanjut dia, belum layak diterapkan di Medan. Apabila Pemko tetap ngotot menerapkannya, Organda akan melakukan mogok massal bersama pengusaha angkutan lainnya.“Kami akan mogok massal. Kebijakan ini sudah diketahui sopir dan semuanya menolak rencana ini,” tegasnya.

Editor: PRAWIRA SETIABUDI
(dat16/sindo)

Comments

B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Name *
URL
Code   
ChronoComments by chronoengine.com
Submit Comment