|
||||
| Pengiriman bantuan korban longsor Nisel lamban |
| Warta |
|
WASPADA ONLINE MEDAN – Pengiriman bantuan bahan kebutuhan pokok dan obat-obatan untuk para korban tanah longsor di Desa Baruzo, Kecamatan Mazo, Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara, masih berjalan lamban akibat jembatan menuju lokasi bencana ambruk. “Akibat jembatan di Desa Hilina’a Hoya ambruk Hari Kamis (1/12), satu-satunya sarana untuk bisa mengirimkan bantuan ke lokasi bencana hanya bisa melalui perahu karet,” kata Camat Mazo Asaaro Lahia. Untuk bisa menjangkau lokasi bencana, kata dia, dari jembatan yang ambruk itu dibutuhkan perjalanan sejauh tujuh kilometer. Sebagian ruas jalan saat ini rusak parah dan saat turun hujan cenderung berlumpur. Akibat ambruknya jembatan di Desa Hilina’a Hoya dan sarana infrastruktur jalan yang rusak parah menuju lokasi bencana, proses pengiriman bantuan untuk korban tanah longsor dan banjir di Kecamatan Mazo membutuhkan waktu relatif lama. Puluhan keluarga korban bencana alam itu hingga saat ini masih membutuhkan bantuan sembilan bahan kebutuhan pokok. “Para kepala keluarga korban tanah longsor saat ini membutuhkan beberapa bahan kebutuhan pokok, terutama beras,” katanya. Dia membenarkan bahwa sejumlah paket bantuan pangan dan obat-obatan saat ini sudah tiba di Kecamatan Mazo.Sebagian paket bantuan itu sebelum diangkut ke lokasi bencana tetapi disimpan di kantor camat setempat. Bencana tanah longsor yang menerjang perkampungan warga di Desa Baruzo, Rabu (30/11), mengakibatkan empat orang tewas serta empat orang luka berat dan luka ringan. Seluruh korban tewas yang tertimbun tanah longsor itu adalah warga Desa Hilimbaruzo dan terdiri atas pelajar SMK Negeri Kecamatan Mazo.Mereka adalah Niat Hati Hulu (16), Noverman Hati Sadawa Hulu (16), Merida Hulu (16) dan Asrida Hulu (19), semua warga Desa Hilimbaruzo, Kecamatan Mazo. Satu hari pascabencana tanah longsor, Adrianus Hulu yang juga merupakan warga Kecamatan Mazo tewas terserat arus air Sungai Sosua. Adrianus hanyut saat melintas dengan sepeda motor di atas jembatan Desa Hilinaa Hoya. Jenazah korban ditemukan sekitar 20 kilometer dari jembatan yang ambruk di sungai yang memiliki lebar sekitar 30 meter itu. Editor: PRAWIRA SETIABUDI (dat06/antara) |




Comments