|
||||
| Rawan longsor, Sumut diminta waspada |
| Warta |
WASPADA ONLINE MEDAN - Bencana tanah longsor yang melanda Kecamatan Majo, Kampung Barije, Kabupaten Nias Selatan, Provinsi Sumatera Utara, pada Rabu (30/11), sekitar pukul 14.00 WIB kemarin, berdasarkan informasi yang didapat dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah menewaskan 7 orang dan menyebabkan 30 orang penduduk di lokasi kejadian tersebut hilang.Jurubicara BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, mengatakan penyebab bencana longsor itu adalah hujan deras yang mengguyur lokasi kejadian sehingga menimbulkan bukit longsor dan mengenai rumah penduduk. Kepala Bidang Pelayanan Data dan Informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah I Medan, Hendra Suwarta, juga mengatakan hal yang senada. Hendra menilai bencana longsor yang terjadi pada siang hari tersebut disebabkan oleh curah hujan yang tinggi dalam beberapa pekan belakangan yang terjadi di Kabupaten Nias, termasuk di Kabupaten Nias Selatan. "Memang curah hujan di Kabupaten Nias sangat tinggi, sehingga potensi longsor juga tinggi," terangnya kepada Waspada Online, tadi malam. Dirinya juga menghimbau kepada para penduduk di Sumatera Utara terutama bagi mereka yang tinggal di daerah dataran tinggi maupun pegunungan agar mewaspadai akan bencana longsor, terlebih jika curah hujan di daerahnya tinggi maka para warga diminta untuk tetap waspada. Dan ketika ditanya daerah mana saja yang berpotensi dihampiri bencana tanah longsor, dirinya mengatakan bahwa beberapa kabupaten yang menjadi potensi longsor yakni Langkat, Karo, Simalungun, Asahan, Dairi, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Pak-pak Bharat, Humbahas, Madina, Sidempuan, Deli Serdang, Samosir, Tobasa, Labuhan Batu, Palas dan Paluta. Sutopo mengatakan, atas bencana itu hingga kini lembaganya masih terus berkoordinasi dengan pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nias Selatan untuk melakukan penanganan darurat bencana di lokasi kejadian. Sejauh ini, BPBD Nias Selatan, personel TNI dan Polri sudah berada di lokasi kejadian untuk melakukan pendataan dan pertolongan darurat. Kerugian materi yang tercatat dalam pendataan sementara akibat bencana longsor itu adalah kerugian berupa 25 unit sepeda motor, empat unit mobil, dan 37 unit rumah yang tertimbun longsor. Sementara kebutuhan yang mendesak untuk lokasi bencana adalah kantong mayat, makanan, tenda, pakaian, dan dapur umum. Hingga kini, empat orang korban bencana alam tanah longsor di Desa Ulumazo, Kecamatan Mazo, Nias Selatan, Sumatera Utara telah berhasil diidentifikasi. Kabid Humas Polda Sumut Kombes Heru Prakoso, mengatakan tiga di antaranya, yaitu Masriadi Hulu, Niat Hati Hulu, dan Novermawati Sadawa ditemukan sudah dalam kondisi meninggal. Sedangkan satu korban lainnya, Mariadi Hulu hingga kini belum diketahui keberadaannya dan masih terus dilakukan pencarian. Heru mengatakan, saat kejadian keempatnya berada di rumah Amarusu Hulu yang tertimbun tanah. Sejauh ini belum diperoleh kepastian tentang hubungan darah para korban. Editor: ANGGRAINI LUBIS (dat06/wol-yudi/antara) WARTA KARTUN |




MEDAN - Bencana tanah longsor yang melanda Kecamatan Majo, Kampung Barije, Kabupaten Nias Selatan, Provinsi Sumatera Utara, pada Rabu (30/11), sekitar pukul 14.00 WIB kemarin, berdasarkan informasi yang didapat dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah menewaskan 7 orang dan menyebabkan 30 orang penduduk di lokasi kejadian tersebut hilang.
Comments