Thursday, 01 December 2011 22:12    PDF Print E-mail
Korban dugaan malpraktik mengadu
Warta
SASTROY BANGUN
WASPADA ONLINE


MEDAN - Dugaan kasus malpraktik di Rumah Sakit (RS)  Spesialis kandungan Ibnu Shaleh, Jalan H.M. Joni No.64/63-A/65 Medan, Sudah memasuki 90 hari, namun juga belum mendapatkan titik terang sampai-sampai laporan pengaduan korban ke Polresta Medan dan ke Dinas Kesehatan Kota Medan, hingga kini  belum ada tanggapan dari kedua belah pihak.

Korban malpraktek ini adalah Helena Br boru Nainggolan (33), dimana janinnya meninggal dirahim dan kasus ini telah diadukan ke LSM PAKAR, ditemani suaminya, Pamatar Edyanto Simanjuntak (40) warga Jalan Raya Helvetia By Pass No 102 Medan.

Korban mendatangi kantor DPW Sumut LSM PAKAR di Jalan H,M Joni Medan Didampingi Ketua DPW LSM PAKAR , Atan M. Gultom. Menurut pengakuannya hari ini, kasus yang sudah hampir tiga bulan dialaminya, tidak pernah ditanggapi serius. Dalam aduannya, pasutri itu juga menceritakan sebelumnya mereka berusaha menyurati Kepala Dinas Kesehatan  Kota Medan dan Pihak RS Ibnu Saleh, IDI Medan, tapi semuanya berujung sia – sia.

“Saya sudah capek pak, ke sana – kemari. Surat yang saya layangkan kepada pihak rumah sakit, Kadis Kesehatan, IDI Medan, dan Polresta Medan tak ada yang menanggapinya serius. Untuk itu saya mohon LSM PAKAR dapat membantu permasalahan saya ini hingga keranah hukum. Makanya saya akan menempuhnya kejalur hukum. Saya sangat berharap bapak dapat memantau dan membantu proses permasalahan ini, “ ungkap Helena seraya menyucurkan air mata.

Kepada wartawan Helena mengatakan, "pada tanggal 8 September 2011, dirinya bersama suami memeriksa kehamilannya ke RSU Ibnu Saleh, yang langsung ditangani oleh Dr Jeffrey Abdillah. usai diperiksa Scanning/USG, dr Jeffrey Abdillah menyatakan janin dalam keadaan sehat-sehat saja, lalu memberikan resep obat. selama 3 minggu Helena mengkonsumsi resep yang dikasih dr Jefrrey tersebut, selanjutnya Helena merasa ada kelainan dengan keluarnya cairan putih kehijauan dari alat kelaminnya disertai rasa perih.

Diceritakannya lagi, "selanjutnya pada tanggal 30 September 2011, Helena bersama suaminya kembali datang dan menceritakan kelaianan dan rasa perih di kemaluannya, dr Jeffrey Abdillah kemudian melakukan pemeriksaan medis dengan memasukkan alat medis ke dalam alat vitalnya, tanpa ada izin dari suamiku bang, ungkapnya. Usai diperiksa  Jeffrey Abdillah mengatakan bahwa di luar rahim pasien ada benjolan seperti polip.

Helena kemudian menanyakan tentang kondisi janinnya, Jeffrey Abdillah menjawab bayi masih dalam keadaan sehat. Hingga pada tanggal 4 Oktober 2011, Helena merasakan sakit pada bagian perut dan kembali mendatangi Jeffrey Abdillah, hal sama seperti pemeriksan kedua,  Jeffrey juga melakukan pemeriksaan yang sama dengan cara memasukkan alatlogam ke kemaluan pasien dan kembali memberikan resep, pada tanggal 10 Okober 2011, Helena kembali merasakan sakit yang luar biasa, selanjutnya sang suami membawa Helena ke dokter ahli kandungan yang lain, yaitu dr Indra Gunesi Munthe, di Jalan Gatot Subroto, disitulah baru diketahui saat di scaning janin dalam kandungan Helena telah lama meninggal dunia dalam keadaan rusak. Helena pun terpaksa mengeluarkan janinnya dengan cara operasi.
Merasa menjadi korban malpraktek terhadap dirinya oleh Jeffrey Abdillah, Helena menuntut agar Jeffrey Abdillah,  dokter spesialis kandungan di RS Ibnu Saleh dipenjarakan.

Ketua  DPW LSM PAKAR , Atan M. Gultom kepada wartawan. mengatakan, LSM PAKAR akan mendampingi Helena hingga ke ranah hukum, sebab pengaduannya ke Polresta Medan dan Dinkes Kota Medan tidak mendapat tanggapan, dan apabila Kadis Dinkes Kota Medan, dr Erwin juga tidak merespon, saya meminta kepada Walikota Medan, agar memecat Kadis Kesehatan itu, ungkapnya

Sementara itu, saat wartawan mengkonfirmasi dugaan malpraktik ke Rumah Sakit Ibnu Saleh itu, semuanya menjawab dokter tidak ada dan humasnya juga sedang keluar.

Editor: PRAWIRA SETIABUDI
(dat16/wol)

Comments

B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Name *
URL
Code   
ChronoComments by chronoengine.com
Submit Comment