|
||||
| Harapan bertumpu pada Simon |
| Sports |
|
AUSTIN ANTARIKSA WASPADA ONLINE SHANGHAI, China - Sejak merebut dua medali emas di ajang SEA Games 2011, penampilan impresif Simon Santoso kembali diperlihatkan kala merebut tiket semifinal China Terbuka Super Series Premier 2011, Jumat. Simon menjadi satu-satunya wakil Indonesia di Yan Shen Gymnasium, Shanghai, setelah mengalahkan unggulan keempat asal Denmark, Peter Hoeg Gade. Simon lebih dulu tertinggal dan kalah di set pertama 15-21. Namun, tunggal putra non unggulan ini bangkit di dua set berikutnya. Atlet berusia 26 tahun ini menghabisi Gade 21-15, 21-16. Di semifinal, Simon kembali menghadapi ujian berat dengan meladeni tantangan salah satu pemain tuan rumah, Chen Long atau Chen Jin. Sayangnya, kesuksesan Simon tak diikuti Markis Kido/Hendra Setiawan. Ganda putra terbaik Indonesia ini tersingkir di perempatfinal kala takluk di tangan pasangan Denmark, Mathias Boe/Carsten Mogensen Peluang merebut gelar ganda putra pun pupus begitu Markis/Hendra menyerah dari pasangan Denmark itu 20-22, 23-21, 26-28 dalam tempo 1 jam 12 menit. Markis/Hendra, ikut berjasa membawa tim beregu putra Indonesia menyabet medali emas SEA Games XXVI, berjuang keras melawan unggulan ketiga tersebut. Pertarungan ketat sudah terjadi sejak set pertama. Kedua pasangan bersaing ketat dalam perolehan angka. Jual beli pukulan terjadi dan hasilnya Kido/Hendra menutup set pertama 22-20. Duel sengit juga terjadi pada set kedua. Kido/Hendra dan Boe/Mogensen terus bersaing, tapi smes keras lawan gagal dikembalikan. Boe/Mogensen pun merebut set kedua 23-21. Laga kian seru di set ketiga. Sejumlah smes keras Kido/Hendra kerap tidak mampu dikembalikan lawan. Sial, Kido/Hendra justru harus menyerah 26-28. Hasil ini membuat rekor pertemuan mereka dengan pasangan Denmark itu kian buruk. Dari lima pertarungan, Kido/Hendra hanya sekali menang dan itu terjadi pada Indonesia Terbuka di Jakarta, Juni lalu. Editor: AUSTIN ANTARIKSA (dat15/wol/waspada) |




Comments